1. Beranda
  2. Hukum
  3. Nasional
  4. Pendidikan

DEMA UIN SU Soroti Putusan Kasus Anggota TNI dalam Kematian Pelajar SMP di Medan

Oleh ,

Presiden Mahasiswa UIN Sumatera Utara (UIN SU), Fatchi Farih Hasibuan, menyampaikan pernyataan sikap terkait putusan kasus penganiayaan yang menewaskan pelajar SMP di Medan, Jumat (5/6/2026).

GIMIC.ID, MEDAN – Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (DEMA UIN SU) menyoroti putusan terhadap anggota TNI dalam kasus penganiayaan yang menyebabkan meninggalnya seorang pelajar SMP di Kota Medan. Organisasi mahasiswa tersebut menilai penegakan hukum harus benar-benar menghadirkan rasa keadilan bagi masyarakat.

Presiden Mahasiswa UIN SU, Fatchi Farih Hasibuan, mengatakan pihaknya menghormati proses hukum yang telah berlangsung. Namun, menurutnya, publik tetap memiliki hak untuk mempertanyakan apakah keadilan telah ditegakkan secara utuh dalam perkara tersebut.

“Bagi kami, hilangnya nyawa seorang anak bukan sekadar angka dalam berkas perkara. Di balik peristiwa tersebut terdapat masa depan yang terputus, harapan keluarga yang hancur, dan luka yang tidak akan pernah pulih sepenuhnya. Karena itu, setiap putusan yang lahir harus mampu menjawab rasa keadilan masyarakat, bukan hanya memenuhi aspek formal hukum semata,” ujar Fatchi dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat (5/6/2026).

Dalam pernyataan sikapnya, DEMA UIN SU menegaskan bahwa prinsip equality before the law atau persamaan di hadapan hukum harus diterapkan tanpa pengecualian.

Menurut mereka, tidak boleh ada kesan bahwa atribut, jabatan, maupun kekuasaan dapat memengaruhi perlakuan hukum terhadap seseorang.

“DEMA UIN SU berpandangan bahwa prinsip equality before the law harus ditegakkan tanpa pengecualian. Tidak boleh ada kesan bahwa atribut, jabatan, atau kekuasaan dapat menghadirkan perlakuan yang berbeda di hadapan hukum,” lanjutnya.

Selain itu, DEMA UIN SU juga mendesak seluruh pihak terkait untuk membuka ruang transparansi seluas-luasnya dalam proses penegakan hukum. Mereka meminta agar setiap tahapan penanganan perkara dilakukan secara objektif, profesional, dan berpihak pada nilai-nilai keadilan.

Mahasiswa UIN SU menilai perkara tersebut bukan hanya menyangkut satu kasus pidana semata, melainkan juga menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap sistem hukum di Indonesia.

“Ketika nyawa seorang anak tidak lagi mampu menghadirkan keadilan yang meyakinkan, maka yang sedang terluka bukan hanya keluarga korban, tetapi juga rasa keadilan bangsa,” tutup Fatchi.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2)

Baca Juga