1. Beranda
  2. Daerah
  3. Infrastruktur
  4. Pendidikan

SATMA AMPI Sumut Kritik Pemkab Paluta, Soroti Anak SD Pertaruhkan Nyawa Seberangi Sungai untuk Sekolah

Oleh ,

Ketua SATMA AMPI Sumatera Utara, Midon Harahap, menyoroti kondisi memprihatinkan siswa SD di Desa Batu Sundung, Kabupaten Padang Lawas Utara, yang harus menyeberangi sungai demi pergi ke sekolah. SATMA AMPI Sumut mendesak pemerintah segera membangun jembatan demi keselamatan dan akses pendidikan anak-anak di daerah tersebut.

GIMIC.ID, MEDAN – Satuan Mahasiswa Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia atau SATMA AMPI Provinsi Sumatera Utara melayangkan kritik keras terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), khususnya terkait janji pembangunan infrastruktur yang dinilai tak kunjung terealisasi.

Kritik tersebut muncul menyusul kondisi memprihatinkan yang dialami puluhan siswa sekolah dasar di Desa Batu Sundung, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara, yang setiap hari harus mempertaruhkan keselamatan dengan menyeberangi sungai berarus deras demi bisa bersekolah.

Ketua SATMA AMPI Sumut, Midon Harahap, menilai kondisi tersebut sebagai bukti nyata kegagalan pemerintah daerah dalam menghadirkan keadilan sosial dan menjamin hak dasar pendidikan bagi anak-anak di daerah terpencil.

“Pemandangan anak-anak berpakaian seragam sekolah di Desa Batu Sundung yang harus menggulung celana dan mengangkat tas mereka tinggi-tinggi agar tidak basah oleh air sungai adalah bukti nyata kegagalan pemerintah daerah dalam menghadirkan keadilan sosial,” ujar Midon Harahap dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (23/5/2026).

Menurutnya, berdasarkan rekaman video di lapangan, puluhan siswa dan siswi SD Negeri 101030 Batu Sundung terlihat harus berjalan perlahan menerjang arus sungai setinggi paha sambil mengangkat tas di atas kepala agar buku pelajaran mereka tidak basah.

Ia menegaskan, akses pendidikan yang aman dan layak merupakan hak mendasar setiap anak yang dijamin undang-undang. Namun, kata Midon, Pemerintah Kabupaten Paluta dinilai justru membiarkan kondisi berbahaya itu berlangsung tanpa solusi nyata.

“Pemkab Paluta menutup mata dan membiarkan anak-anak menghadapi ancaman keselamatan jiwa sewaktu-waktu ketika arus sungai meluap,” tegasnya.

Soroti Janji Pembangunan Jembatan

SATMA AMPI Sumut juga menyoroti janji pembangunan jembatan penyeberangan yang disebut telah berulang kali disampaikan pemerintah daerah, namun hingga kini belum terealisasi.

“Bupati Paluta sebelumnya sudah berkali-kali mengumbar janji pembangunan jembatan penyeberangan yang layak di Desa Batu Sundung. Tapi fakta di lapangan menunjukkan kondisi ini terus dibiarkan tanpa realisasi nyata,” kata Midon.

Ia menilai pemerintah daerah sangat lamban dan tidak memiliki komitmen serius dalam menjamin keselamatan masyarakat, khususnya anak-anak sekolah yang setiap hari harus melewati medan berbahaya demi memperoleh pendidikan.

“Kami menilai pemerintah daerah mati rasa terhadap penderitaan masyarakat di tingkat akar rumput,” tambahnya.

Minta Pemerintah Pusat dan Provinsi Turun Tangan

Melihat belum adanya solusi konkret, SATMA AMPI Sumut mendesak adanya intervensi dari pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk segera membangun jembatan di wilayah tersebut.

Midon bahkan meminta Prabowo Subianto mengevaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tersebut dan memprioritaskan pembangunan infrastruktur dasar terlebih dahulu.

“Apa gunanya program makan gratis jika anak-anak harus mempertaruhkan nyawa untuk sampai ke sekolah tempat makanan itu dibagikan? Infrastruktur dasar seperti jembatan jauh lebih mendesak,” ujarnya.

Selain itu, SATMA AMPI Sumut juga meminta Bobby Nasution untuk mengambil alih pembangunan jembatan Desa Batu Sundung melalui anggaran Pemerintah Provinsi Sumatera Utara apabila Pemkab Paluta tidak mampu merealisasikannya.

“Jika Pemkab Paluta terus berdalih tidak memiliki anggaran, kami meminta Gubernur Sumatera Utara segera turun tangan demi menyelamatkan masa depan anak-anak di Desa Batu Sundung,” tegas Midon.

Sebagai penutup, SATMA AMPI Sumut menegaskan pihaknya siap mengonsolidasikan gerakan massa apabila tuntutan masyarakat terus diabaikan.

“Jika tuntutan ini tidak segera ditindaklanjuti dan pemerintah terus memberikan janji palsu, SATMA AMPI Sumut siap turun ke jalan bersama masyarakat untuk menuntut keadilan bagi warga Desa Batu Sundung,” pungkasnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2)

Baca Juga