1. Beranda
  2. Ekonomi
  3. Pemerintahan

Bulog dan Disperindag Sidak Pasar Horas Pematangsiantar, Pastikan MinyaKita Tersedia Sesuai HET

Oleh ,

Petugas Perum Bulog Cabang Pematangsiantar bersama Dinas Perdagangan melakukan pengecekan ketersediaan dan harga MinyaKita di Pasar Horas, Kota Pematangsiantar, Kamis (7/5/2026).

GIMIC.ID, PEMATANGSIANTAR – Perum Bulog Kantor Cabang Pematangsiantar bersama Dinas Perdagangan Kota Pematangsiantar melakukan pengecekan langsung terhadap ketersediaan dan harga minyak goreng rakyat MinyaKita di Pasar Horas, Kamis (7/5/2026).

Langkah tersebut dilakukan sebagai respons atas munculnya pemberitaan terkait ketersediaan MinyaKita di Kota Pematangsiantar dalam beberapa waktu terakhir.

Dalam kegiatan monitoring tersebut, Bulog memastikan stok MinyaKita di pasar tradisional masih tersedia dan dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah, yakni Rp15.700 per liter.

Kepala Perum Bulog Cabang Pematangsiantar, Berdian Wiradika Damanik, mengatakan pihaknya terus melakukan koordinasi aktif dengan pemerintah daerah, Satgas Pangan Polresta Pematangsiantar, serta instansi terkait lainnya guna memastikan distribusi MinyaKita berjalan lancar dan dapat dijangkau masyarakat.

“Hari ini bersama Dinas Perdagangan Kota Pematangsiantar melakukan pengecekan langsung, dan dapat kita lihat MinyaKita tersedia dengan harga yang sesuai ketentuan pemerintah yaitu Rp15.700 per liter,” ujar Berdian.

Ia menjelaskan, penugasan distribusi MinyaKita kepada Perum Bulog merupakan bagian dari kebijakan pemerintah melalui Kementerian Perdagangan yang menunjuk Bulog dan ID Food sebagai Distributor Satu (D1) minyak goreng rakyat tersebut.

Dalam ketentuan itu, Bulog diwajibkan menyalurkan MinyaKita secara langsung kepada pedagang pengecer tanpa perantara, baik di pasar tradisional maupun di luar pasar.

Menurut Berdian, pengawasan terhadap harga dan pasokan MinyaKita tidak hanya dilakukan di Pematangsiantar, tetapi juga secara berkelanjutan di berbagai daerah di Indonesia melalui pemantauan di pasar SP2KP (Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok) serta pasar tradisional lainnya.

Sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan minyak goreng rakyat, Bulog terus memperkuat distribusi ke pasar-pasar tradisional dan titik penjualan strategis.

Selain itu, Bulog juga melakukan monitoring penyaluran secara berkala, memperluas distribusi melalui jaringan resmi Rumah Pangan Kita (RPK), serta memastikan distribusi berjalan tepat sasaran tanpa penyimpangan dalam rantai perdagangan.

Bulog turut mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying karena pasokan MinyaKita disebut akan terus disalurkan secara bertahap melalui jaringan distribusi resmi.

Perusahaan pelat merah tersebut juga mengajak seluruh pihak menjaga situasi pasar tetap kondusif dan tidak membangun persepsi yang dapat memicu keresahan masyarakat.

Apabila ditemukan indikasi penjualan di atas HET, praktik distribusi yang tidak sesuai aturan, hingga dugaan pengoplosan atau penjualan MinyaKita secara curah, Bulog menilai hal itu menjadi ranah pengawasan bersama pemerintah dan aparat penegak hukum.

Selain memastikan distribusi MinyaKita, Bulog juga menegaskan komitmennya untuk terus menyalurkan bantuan pangan berupa beras dan MinyaKita tepat waktu sebagai bagian dari penugasan pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan nasional.

“Saya juga meminta komitmen dari para produsen MinyaKita yang ada di Sumatera Utara untuk dapat memasok ke Bulog dan juga memasok ke distributor lainnya, sehingga MinyaKita dapat tersedia dengan harga yang terjangkau,” tutup Berdian.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2)

Baca Juga