1. Beranda
  2. BUMN
  3. Daerah
  4. Kesehatan
  5. Sosial

Rumah Singgah YBM PLN Jadi Harapan Pasien Kurang Mampu, Safrida Terbantu Jalani Pengobatan di Medan

Oleh ,

General Manager PLN UID SUMUT, Mundhakir saat menjenguk pasien a.n Safrida di Rumah Singgah YBM PLN yang sedang berjuang melakukan pemulihan sejak Januari 2026 (5/5)

GIMIC.ID, MEDAN – Perjuangan melawan penyakit tidak hanya soal kekuatan fisik, tetapi juga ketahanan ekonomi. Hal itulah yang dirasakan Safrida (48), warga Pangkalan Brandan, Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat, saat harus menjalani pengobatan keloid pascaluka bakar di RSUP H. Adam Malik.

Kondisi keloid yang dideritanya tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga berdampak pada saraf kaki hingga membuatnya kesulitan duduk. Untuk memulihkan kondisi tersebut, Safrida harus menjalani serangkaian operasi secara bertahap di rumah sakit rujukan nasional tersebut.

Di tengah keterbatasan ekonomi, perjuangan Safrida bersama keluarga menjadi semakin berat. Sang suami bekerja serabutan tanpa penghasilan tetap, sementara biaya transportasi dari Pangkalan Brandan ke Medan, tempat tinggal sementara, konsumsi, hingga kebutuhan selama masa pengobatan menjadi beban yang tidak ringan.

Harapan datang saat Safrida mengetahui keberadaan Rumah Singgah YBM PLN yang berlokasi di Jalan Bunga Lau Dalam, Medan Tuntungan, tak jauh dari rumah sakit. Rumah singgah tersebut diperuntukkan bagi pasien kurang mampu beserta pendamping yang tengah menjalani pengobatan di Kota Medan.

Informasi itu ia dapatkan dari sesama pasien. Setelah menjalani operasi pertama pada Januari 2026, Safrida mulai tinggal di rumah singgah sejak 15 Januari 2026 bersama anaknya.

Selama menjalani pengobatan dari Januari hingga April 2026, Safrida telah menjalani tiga kali operasi. Selama itu pula, keberadaan rumah singgah sangat membantu meringankan beban biaya yang sebelumnya menjadi kekhawatiran utama keluarga.

“Alhamdulillah sekali. Dengan adanya rumah singgah ini, kami sangat terbantu. Kami tidak perlu lagi memikirkan biaya kos, makan, dan biaya pulang-pergi dari Brandan ke rumah sakit. Terima kasih kepada YBM PLN dan seluruh pengelola,” ujar Safrida penuh haru.

Bagi Safrida, rumah singgah bukan sekadar tempat tinggal sementara. Ia merasakan ketenangan dan dukungan moral yang membuatnya lebih fokus menjalani proses penyembuhan.

Saat ini, Rumah Singgah YBM PLN memiliki kapasitas untuk menampung 14 pasien, yang seluruhnya telah terisi oleh pasien dari berbagai daerah seperti Langkat, Labuhanbatu, Simalungun, Asahan, Padang Lawas Utara, hingga Aceh.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Utara, Mundhakir, menyampaikan bahwa rumah singgah tersebut merupakan wujud nyata kepedulian insan PLN kepada masyarakat.

“PLN tidak hanya ingin hadir menerangi rumah melalui listrik, tetapi juga menghadirkan terang dalam bentuk kepedulian. Melalui YBM PLN, zakat, infak, dan sedekah pegawai dikelola menjadi program yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.

Menurut Mundhakir, keberadaan rumah singgah juga menjadi bagian dari komitmen keberlanjutan PLN yang tidak hanya berfokus pada energi bersih, tetapi juga dampak sosial.

“Keberlanjutan harus menyentuh kehidupan manusia. Kami ingin memastikan nilai kemanusiaan tetap menjadi bagian penting perjalanan PLN. Program ini adalah bukti bahwa PLN hadir sebagai bagian dari kehidupan sosial yang memberi harapan,” tambahnya.

Kehadiran Rumah Singgah YBM PLN menjadi bentuk nyata gotong royong insan PLN dalam membantu masyarakat kurang mampu. Bagi pasien seperti Safrida, bantuan ini tidak hanya mengurangi beban biaya, tetapi juga memberikan ketenangan dan semangat untuk terus berjuang sembuh.

Di tempat sederhana itu, Safrida menemukan harapan. Bukan hanya tempat beristirahat, tetapi juga ruang untuk menguatkan diri di tengah proses panjang menuju kesembuhan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2)

Baca Juga