1. Beranda
  2. Ekonomi
  3. Transportasi

Angkutan CPO KAI Sumut Melonjak 766 Persen, Perkuat Rantai Pasok Industri Sawit

Oleh ,

Kereta api logistik mengangkut komoditas Crude Palm Oil (CPO) dari kawasan pabrik menuju pelabuhan ekspor di Sumatera Utara. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre I Sumut mencatat peningkatan signifikan distribusi CPO sebagai bagian dari penguatan rantai pasok industri sawit dan dukungan terhadap ekspor nasional.

GIMIC.ID, MEDAN — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara mencatatkan kinerja impresif pada sektor angkutan logistik, khususnya komoditas Crude Palm Oil (CPO). Sepanjang April 2026, volume distribusi CPO melalui moda kereta api melonjak signifikan, mempertegas peran strategis transportasi rel dalam mendukung industri sawit nasional.

Berdasarkan data operasional, KAI Divre I Sumatera Utara berhasil mendistribusikan 9.855 ton CPO pada April 2026. Angka tersebut meningkat tajam sebesar 766 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang hanya mencapai 1.137 ton. Secara bulanan, volume tersebut juga naik 38 persen dibandingkan Maret 2026 yang tercatat 7.125 ton.

Plt Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menyebut capaian ini menjadi indikator kuat meningkatnya kepercayaan pelaku industri terhadap layanan logistik berbasis kereta api.

“Sumatera Utara merupakan salah satu produsen kelapa sawit terbesar di Indonesia. Angkutan CPO dengan moda kereta api saat ini bahkan hanya tersedia di wilayah ini, sehingga menjadi solusi strategis dalam distribusi komoditas unggulan tersebut,” ujarnya.

Secara kumulatif, selama periode Januari hingga April 2026, total distribusi CPO mencapai 32.423 ton, tumbuh 28 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 25.265 ton.

Anwar menambahkan, layanan kereta api memberikan efisiensi tinggi dalam menghubungkan kawasan produksi dengan pusat industri dan pelabuhan ekspor. Distribusi CPO dari Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dilakukan menuju sejumlah titik strategis seperti Pelabuhan Belawan, Kuala Tanjung, hingga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei.

“Kereta api mempercepat distribusi CPO dari PKS menuju pelabuhan ekspor maupun kawasan industri hilir. Ini sangat penting untuk menjaga kelancaran rantai pasok dan memenuhi permintaan pasar global,” jelasnya.

Selain sebagai bahan baku industri turunan, CPO juga memiliki peran penting dalam pengembangan energi terbarukan, khususnya biodiesel. Pemanfaatan biodiesel sebagai campuran solar dinilai mampu menekan emisi gas buang dan lebih ramah lingkungan.

Sejalan dengan hal tersebut, KAI Divre I Sumatera Utara telah mengimplementasikan penggunaan bahan bakar B40 pada seluruh lokomotif dan mesin pembangkitnya. Bahkan, saat ini tengah dilakukan uji coba penggunaan B50 sebagai bagian dari upaya transisi energi.

“Langkah ini merupakan komitmen kami dalam mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil serta mendukung program energi nasional yang berkelanjutan,” tambah Anwar.

KAI Divre I Sumatera Utara menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan logistik yang andal, efisien, dan ramah lingkungan. Optimalisasi angkutan CPO dinilai tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Dengan distribusi yang semakin efisien, kami berharap daya saing produk sawit Indonesia di pasar global terus meningkat,” pungkas Anwar.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2)

Baca Juga