Pertamina Resmikan SPBU Nelayan di Aceh Selatan, Dorong Akses Energi dan Ekonomi Pesisir
Petugas SPBU melayani nelayan saat pengisian BBM jenis solar di SPBU Nelayan yang dikelola Pertamina Patra Niaga, sebagai bagian dari program pemerataan energi bagi masyarakat pesisir.
GIMIC.ID, ACEH SELATAN — Pertamina Patra Niaga kembali menegaskan komitmennya menghadirkan energi hingga ke pelosok negeri melalui peresmian SPBU Nelayan 18.237.014 milik Koperasi KNTI Aceh Selatan. Fasilitas ini berlokasi di Desa Ujong Pulo Rayeuk, Kecamatan Bakongan Timur, Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh.
Peresmian tersebut dihadiri sejumlah pejabat nasional dan daerah, antara lain Menteri Koperasi dan UKM RI Ferry Joko Juliantono, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan RI Didit Herdiawan, Deputi Pengembangan Usaha Koperasi sekaligus Komisaris Pertamina Patra Niaga Panel Barus, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, serta Bupati Aceh Selatan Mirwan MS.
Dari jajaran perusahaan, hadir Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Sunardi, Region Manager Retail Sales I Gusti Bagus Suteja, Region Manager HSSE Agoeng Priyatno, serta Area Manager Communication, Relations & CSR Fahrougi Andriani Sumampouw.
SPBU Nelayan ini merupakan bagian dari program nasional BBM Satu Harga, yang bertujuan memastikan masyarakat di wilayah pesisir dan terpencil memperoleh bahan bakar dengan harga yang setara dan terjangkau. Kehadirannya diharapkan mampu mendukung aktivitas ekonomi nelayan agar lebih efisien dan produktif.
Menteri Koperasi dan UKM RI, Ferry Joko Juliantono, mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah, Pertamina, dan koperasi dalam menghadirkan SPBU berbasis ekonomi kerakyatan tersebut.
“Kehadiran negara melalui SPBU Nelayan diharapkan dapat mengubah tatanan ekonomi masyarakat pesisir. Program ini juga akan mendorong terbentuknya Kampung Nelayan Merah Putih yang dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, termasuk SPBU sebagai pusat aktivitas ekonomi,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Pemasaran Regional Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, menegaskan bahwa pembangunan SPBU ini merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam menghadirkan energi yang inklusif dan berkeadilan.
“Melalui program BBM Satu Harga, kami memastikan ketersediaan energi bagi seluruh masyarakat, termasuk nelayan di wilayah pesisir. Ini juga menjadi langkah strategis dalam mendorong kemandirian ekonomi lokal,” jelasnya.
Hal senada disampaikan oleh Sunardi, yang menilai kehadiran SPBU ini akan mempermudah akses energi bagi nelayan di Kecamatan Bakongan Timur.
“Kami berharap SPBU Nelayan ini dapat meningkatkan efisiensi aktivitas melaut dan produktivitas nelayan. Kami juga berkomitmen menjaga keandalan pasokan energi di wilayah Sumatera Bagian Utara,” ungkapnya.
Sebelum fasilitas ini beroperasi, nelayan setempat harus menempuh jarak hingga 4,4 kilometer hingga 6,4 kilometer untuk mendapatkan bahan bakar. Kondisi tersebut berdampak pada peningkatan biaya operasional dan waktu tempuh.
Kini, dengan hadirnya SPBU Nelayan 18.237.014, akses energi menjadi lebih dekat dan efisien. Fasilitas ini menyalurkan Biosolar bagi nelayan sesuai ketentuan BPH Migas, dengan sistem distribusi berbasis aplikasi XStar serta rekomendasi dari dinas terkait guna memastikan penyaluran tepat sasaran dan transparan.
Selain memperkuat akses energi, SPBU ini juga dikelola oleh koperasi nelayan setempat, sehingga diharapkan mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi pertumbuhan ekonomi lokal.
Melalui berbagai inisiatif berkelanjutan, Pertamina Patra Niaga terus memperluas jangkauan layanan energi sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan energi nasional serta mendukung pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2)