1. Beranda
  2. Bisnis
  3. BUMN
  4. Energi
  5. Keuangan

PGN Catat Laba US$90,4 Juta di Triwulan I 2026, Tumbuh 46 Persen

Oleh ,

Petugas melakukan pengecekan infrastruktur dan distribusi gas di fasilitas milik PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, sebagai upaya menjaga keandalan pasokan energi nasional dan memastikan layanan gas bumi tetap optimal bagi pelanggan di berbagai sektor.

GIMIC.ID, JAKARTA – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), Subholding Gas dari Pertamina, mencatatkan kinerja keuangan yang solid pada Triwulan I 2026. Perseroan membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 90,4 juta, atau tumbuh sekitar 46 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).

Peningkatan laba tersebut didorong oleh pertumbuhan laba kotor sekitar 12 persen YoY, seiring penurunan beban pokok sebesar 7 persen atau setara sekitar US$ 54 juta. Selain itu, perbaikan pada beban keuangan serta selisih kurs turut memperkuat kinerja Perseroan.

Sepanjang Januari hingga Maret 2026, PGN mencatatkan pendapatan sebesar US$ 929,6 juta dengan EBITDA mencapai US$ 240,6 juta. Kinerja ini tetap ditopang oleh bisnis inti niaga dan infrastruktur gas bumi yang kuat, meskipun terdapat dinamika operasional, termasuk tidak adanya penjualan LNG pada segmen perdagangan internasional selama periode tersebut.

Hal ini mencerminkan kemampuan PGN dalam menjaga profitabilitas melalui efisiensi operasional, disiplin keuangan, serta pengelolaan portofolio bisnis yang seimbang.

Dari sisi operasional, volume penyaluran gas bumi tercatat sebesar 777 BBTUD, sementara volume transmisi gas mencapai 1.539 MMSCFD. PGN terus mengoptimalkan distribusi gas dengan menjaga kontinuitas pasokan kepada pelanggan di tengah dinamika kondisi makro dan global.

Keandalan infrastruktur PGN tetap berada pada level tinggi, yakni 99,9 persen. Hal ini menopang layanan kepada lebih dari 825 ribu pelanggan di seluruh Indonesia, yang terdiri dari 822.561 rumah tangga, 2.842 pelanggan kecil, serta 3.310 pelanggan industri dan komersial.

Direktur Keuangan PGN, Catur Dermawan, menegaskan bahwa model bisnis berbasis ekosistem domestik menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas kinerja perusahaan.

“Fokus utama PGN adalah memastikan layanan energi kepada pelanggan tetap andal melalui pengelolaan infrastruktur dan penyaluran gas yang terintegrasi. Pendekatan ini menjadi kunci dalam menjaga stabilitas operasional di tengah dinamika pasokan dan kebutuhan energi domestik,” ujarnya.

Dalam menjaga fleksibilitas pasokan, PGN juga memanfaatkan LNG secara terukur sebagai bagian dari sistem distribusi. LNG berperan sebagai pelengkap pasokan, khususnya di wilayah yang mengalami dinamika suplai.

Adapun volume jasa regasifikasi tercatat sebesar 115 BBTUD melalui FSRU Lampung, 148 BBTUD melalui fasilitas LNG Arun, serta 292 BBTUD melalui FSRU Jawa Barat. Seluruh fasilitas tersebut dikelola secara terintegrasi guna menjaga keandalan distribusi gas nasional.

Di tengah dinamika global, termasuk fluktuasi nilai tukar dan harga energi, PGN tetap menerapkan pengelolaan likuiditas secara prudent. Pada Triwulan I 2026, Perseroan berhasil menurunkan beban keuangan menjadi US$ 13,7 juta dan menjaga rasio keuangan pada level sehat, antara lain rasio EBITDA terhadap beban bunga sebesar 20,75 kali serta debt to equity ratio sebesar 29 persen.

Selain itu, PGN mencatat arus kas operasional positif sebesar US$ 86,9 juta, yang menunjukkan resiliensi operasional dan kemampuan perusahaan dalam menjaga ketahanan finansial untuk mendukung ekspansi bisnis ke depan.

Kinerja tersebut juga didukung oleh portofolio bisnis yang seimbang, di mana kontribusi dari segmen hulu menjadi salah satu penopang stabilitas di tengah volatilitas harga energi global.

“Model bisnis berbasis domestik dan portofolio yang seimbang memungkinkan PGN tetap menjaga kinerja yang stabil di tengah dinamika energi global,” tambah Catur.

Ke depan, PGN akan terus memperkuat keandalan infrastruktur melalui pengembangan jaringan pipa serta layanan beyond pipeline seperti LNG dan CNG. Perseroan juga melanjutkan ekspansi jaringan gas rumah tangga (jargas) guna memperluas akses energi yang lebih bersih dan terjangkau bagi masyarakat.

PGN turut berperan dalam mendorong pemanfaatan gas bumi sebagai energi transisi guna mendukung target Net Zero Emission Indonesia, sejalan dengan kebijakan energi nasional.

“PGN akan terus menjaga keseimbangan antara keandalan layanan, efisiensi operasional, dan kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan guna mendukung ketahanan energi nasional,” tutup Catur.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2)

Baca Juga