Stasiun Tanjungbalai Bertransformasi, Jumlah Penumpang Tumbuh 7 Persen di Awal 2026
Kondisi Stasiun Tanjungbalai yang kini semakin modern dan ramai penumpang, mencerminkan peningkatan peran sebagai simpul transportasi masyarakat di pesisir timur Sumatera Utara.
GIMIC.ID, TANJUNGBALAI – Stasiun Tanjungbalai mencatat transformasi signifikan sebagai penggerak konektivitas di pesisir timur Sumatera Utara. Memasuki triwulan pertama tahun 2026, volume penumpang di stasiun ini tumbuh sebesar 7 persen, menandai pergeseran peran dari pusat distribusi logistik pada masa lalu menjadi simpul penting mobilitas masyarakat.
Berdasarkan data PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara, sepanjang Januari hingga Maret 2026 tercatat sebanyak 60.233 pelanggan menggunakan KA Putri Deli melalui Stasiun Tanjungbalai. Jumlah ini meningkat dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 yang mencapai 56.365 pelanggan.
Pelaksana Tugas (Plt) Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menjelaskan bahwa pertumbuhan tersebut tidak terlepas dari peran historis Stasiun Tanjungbalai yang sejak dahulu menjadi titik penting distribusi komoditas unggulan daerah.
“Pada masa lalu, stasiun ini berfungsi sebagai pusat pengiriman hasil perkebunan seperti kelapa sawit dan karet dari wilayah Kabupaten Asahan menuju Pelabuhan Teluk Nibung untuk dipasarkan ke pasar global. Kini, perannya berkembang menjadi salah satu tumpuan mobilitas masyarakat,” ujar Anwar.
Tren peningkatan jumlah penumpang juga terlihat konsisten dalam lima tahun terakhir. Pada tahun 2021 tercatat sebanyak 62.603 penumpang, meningkat menjadi 122.401 penumpang pada 2022. Angka tersebut kembali melonjak menjadi 224.871 penumpang pada 2023, kemudian 234.931 penumpang pada 2024, dan mencapai 249.269 penumpang pada akhir 2025.
Untuk mendukung kebutuhan mobilitas yang terus meningkat, KAI menyediakan tiga jadwal perjalanan KA Putri Deli setiap harinya dari Tanjungbalai menuju Medan, yakni pukul 08.15 WIB, 12.35 WIB, dan 19.40 WIB. Rute perjalanan ini melintasi sejumlah stasiun penting, di antaranya Kisaran, Lima Puluh, Tebing Tinggi, Rampah, hingga Lubuk Pakam.
Selain peningkatan layanan perjalanan, modernisasi fasilitas juga terus dilakukan. Stasiun yang berada pada ketinggian 2,87 meter di atas permukaan laut ini kini dilengkapi area parkir yang lebih luas, toilet bersih terpisah antara laki-laki dan perempuan, serta musala berpendingin udara.
Anwar menegaskan, KAI Divre I Sumatera Utara berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan demi memberikan kenyamanan bagi pelanggan.
“Transformasi ini tidak hanya mendukung mobilitas masyarakat untuk berbagai keperluan seperti bisnis, pendidikan, dan wisata, tetapi juga memperkuat posisi Stasiun Tanjungbalai sebagai salah satu penggerak ekonomi di pesisir timur Sumatera Utara,” pungkasnya.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2)