1. Beranda
  2. Hukum & Kriminal
  3. Sosial

Aksi IPA Sumut di Polda, Desak Usut Dugaan Penutupan Sungai di Batu Bara

Oleh ,

Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam PW IPA Sumut menyampaikan aspirasi saat aksi unjuk rasa di depan Mapolda Sumatera Utara di Medan, Jumat (24/4/2026). 

GIMIC.ID, MEDAN – Gelombang protes kembali terjadi di Sumatera Utara. Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Al Washliyah (PW IPA) Sumut menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Kepolisian Daerah Sumatera Utara di Medan, Jumat (24/4/2026). Mereka menuntut penegakan hukum atas dugaan penutupan Sungai Badak Mati di Kabupaten Batu Bara.

Aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan sekaligus desakan kepada aparat penegak hukum agar tidak mengabaikan persoalan lingkungan yang dinilai telah merugikan masyarakat di Kabupaten Batu Bara.

Ketua PW IPA Sumut, Ahmad Irham Tajhi, menegaskan bahwa persoalan ini tidak bisa dianggap sepele karena menyangkut hak hidup masyarakat dan kelestarian lingkungan.

“Ini bukan hanya soal sungai, ini soal masa depan masyarakat. Kami meminta pihak terkait bertanggung jawab atas dugaan kerusakan lingkungan yang terjadi,” ujarnya dalam orasi.

Irham menyebut, dugaan alih fungsi sungai oleh pihak perusahaan telah berlangsung cukup lama dan berdampak serius, mulai dari banjir, pencemaran lingkungan, hingga rusaknya ekosistem yang menjadi sumber penghidupan warga. Ia juga mendorong aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan keterlibatan berbagai pihak dalam persoalan tersebut.

Dalam aksinya, massa juga mendesak Kapolda Sumatera Utara untuk segera memanggil dan memeriksa pihak-pihak yang diduga terkait, termasuk unsur pemerintah daerah dan perusahaan yang disebut-sebut dalam isu tersebut.

Menurut Irham, aksi ini merupakan bentuk kepedulian pelajar dan mahasiswa terhadap isu lingkungan serta keadilan sosial di Sumatera Utara. Ia menegaskan bahwa generasi muda tidak akan tinggal diam ketika masyarakat terdampak langsung oleh kerusakan lingkungan.

“Ini bentuk keberpihakan kami kepada rakyat. Diam bukan pilihan ketika lingkungan rusak dan masyarakat menjadi korban,” tegasnya.

Aksi sempat memanas dan diwarnai ketegangan, namun aparat kepolisian berhasil mengendalikan situasi sehingga kegiatan kembali berlangsung tertib. Massa aksi menyatakan akan kembali menggelar demonstrasi lanjutan pekan depan dengan jumlah peserta lebih besar apabila tuntutan mereka tidak segera direspons.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2)

Baca Juga