1. Beranda
  2. Pendidikan

Kisah Inspiratif Khairun Alfi Panggabean, Lulus SNBP 2026 ke USU di Tengah Keterbatasan

Oleh ,

Khairun Alfi Panggabean berpose di depan warung milik keluarganya di Lumban Siagian, Tapanuli Utara. Di sela kesibukan membantu orang tua, ia berhasil menorehkan prestasi dengan lulus SNBP 2026 ke Program Studi Hukum di Universitas Sumatera Utara.

GIMIC.ID, TAPANULI UTARA – Kabar bahagia datang dari dunia pendidikan madrasah. Seorang siswa penuh ketekunan dan semangat juang, Khairun Alfi Panggabean, berhasil lulus Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 pada Program Studi Hukum di Universitas Sumatera Utara (USU). Ia juga tercatat sebagai calon penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K).

Capaian ini menjadi buah dari perjuangan panjang Alfi, yang tumbuh di tengah keterbatasan ekonomi dan dinamika keluarga yang tidak mudah. Dengan keteguhan hati, ia terus menjaga semangat belajar demi meraih cita-cita masa depan.

Kepala Madrasah, Nikmatul Hijrah Gultom, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas prestasi Alfi yang dinilai sebagai sosok siswa berprestasi dan berkarakter. Menurutnya, Alfi tidak hanya unggul secara akademik sebagai juara kelas, tetapi juga meraih prestasi sebagai Juara Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat kabupaten pada bidang Matematika.

“Alfi merupakan contoh nyata siswa yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual, kedalaman spiritual, dan jiwa kepemimpinan. Ini menjadi inspirasi bagi seluruh peserta didik,” ujarnya.

Selain berprestasi di bidang akademik, Alfi juga aktif dalam kegiatan keagamaan sebagai khatib Jumat, imam masjid, serta kerap mengikuti lomba-lomba keagamaan tingkat daerah. Jiwa kepemimpinannya juga terlihat saat ia dipercaya sebagai Komandan Pleton (Danton) Paskibraka tingkat kabupaten serta aktif dalam kegiatan pramuka.

Di balik prestasi tersebut, Alfi menjalani rutinitas yang tidak ringan. Ia terbiasa belajar setiap malam selepas salat Magrib hingga pukul 22.00 WIB, memanfaatkan waktu untuk membaca dan memperdalam materi pelajaran.

“Saya tetap meluangkan waktu untuk hal-hal yang saya cintai, terutama mempelajari ilmu hukum dan agama. Sepulang dari madrasah, saya juga membantu orang tua menjaga warung dan mengerjakan pekerjaan rumah,” tuturnya.

Bagi Alfi, kesibukan itu bukanlah beban, melainkan bentuk bakti kepada keluarga. Ia tumbuh di Desa Lumban Siagian, Kabupaten Tapanuli Utara, di lingkungan masyarakat yang heterogen. Kondisi tersebut justru membentuk kedewasaan dan keteguhan spiritualnya sejak dini.

Namun, perjalanan hidupnya tidak lepas dari ujian berat. Pada September 2025, ia harus kehilangan sosok ibu tercinta. Sementara sang ayah telah mengalami stroke sejak 2022 dan membutuhkan perawatan intensif.

“Ibu saya orang yang sangat baik. Kehilangan beliau menjadi pukulan besar bagi saya,” ucapnya lirih.

Meski demikian, Alfi memilih untuk tetap kuat dan melanjutkan perjuangan. Bersama keluarga, ia saling menguatkan dan menjaga sang ayah. Dukungan dari kakak-kakaknya yang bekerja, serta perhatian dari sang nenek, menjadi sumber kekuatan dalam menghadapi kehidupan sehari-hari.

“Alhamdulillah, saya berterima kasih kepada kepala madrasah, guru, orang tua, keluarga, dan teman-teman. Saya bisa sampai di titik ini karena doa dan dukungan mereka semua,” ungkapnya.

Alfi berharap pencapaiannya dapat menjadi awal untuk meraih masa depan yang lebih baik, sekaligus mengharumkan nama madrasah dan daerah asalnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id

(G-H2)

Baca Juga