Tax Centre Yaspendhar Gelar Kuliah Umum Transformasi Digital Pajak, Bahas Efektivitas Coretax
Ketua Umum Yaspendhar Tapi Rondang Ni Bulan bersama pemateri Agus Puji Priyono berfoto bersama seluruh undangan dan peserta kuliah umum Transformasi Digital Perpajakan di Tax Centre Yaspendhar Medan
GIMIC.ID, MEDAN – Yayasan Pendidikan Harapan (Yaspendhar) melalui Tax Centre menggelar kuliah umum bertema “Menakar Efektivitas Sistem Coretax dalam Kepatuhan Pajak Berkelanjutan” di Aula Yaspendhar, Jumat (17/4).
Kegiatan ini menghadirkan dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran, Agus Puji Priyono, sebagai narasumber utama.
Dalam paparannya, Agus menjelaskan bahwa pencapaian target penerimaan pajak dalam APBN 2026 memerlukan strategi matang dari otoritas fiskal, khususnya Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Ia menyebut sejumlah strategi kunci, antara lain implementasi sistem Coretax, Compliance Risk Management (CRM), penguatan joint program dengan pemerintah daerah, serta optimalisasi penagihan piutang pajak.
Menurutnya, di tengah pesatnya transformasi digital, DJP dihadapkan pada tantangan besar dalam hal adaptasi teknologi, termasuk pemanfaatan big data dan analitik.
“Transformasi digital menuntut kesiapan sistem dan sumber daya manusia. DJP harus mampu beradaptasi agar mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi yang semakin cepat,” ujarnya.
Agus yang juga merupakan anggota Dewan Sertifikasi PERTAPSI menilai kehadiran Coretax menjadi terobosan penting dalam digitalisasi layanan perpajakan. Namun, ia mengingatkan bahwa sejumlah kelemahan dalam sistem tersebut perlu segera diperbaiki agar dapat berjalan optimal.
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan voluntary compliance atau kepatuhan sukarela wajib pajak melalui pendekatan edukasi, pengawasan, dan penegakan hukum yang terintegrasi.
“Edukasi bisa dilakukan melalui sosialisasi dan pembukaan layanan di luar kantor. Sementara pengawasan dan penegakan hukum harus berjalan seimbang agar kepatuhan pajak semakin meningkat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Agus menyoroti pentingnya kolaborasi antara DJP dan Tax Centre di perguruan tinggi. Menurutnya, Tax Centre memiliki peran strategis sebagai jembatan antara otoritas pajak dan masyarakat.
“Tax Centre dapat menjadi mitra konsultasi sekaligus memberikan masukan dalam perbaikan sistem perpajakan, termasuk Coretax yang saat ini masih menghadapi sejumlah kendala,” tambahnya.
Hingga saat ini, tercatat lebih dari 500 Tax Centre di Indonesia telah menjalin kerja sama dengan DJP, yang berperan dalam edukasi, asistensi pengisian SPT, hingga pengembangan inovasi untuk meningkatkan kepatuhan pajak.
Kegiatan kuliah umum ini berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang disambut antusias oleh mahasiswa. Berbagai pertanyaan terkait digitalisasi perpajakan hingga tantangan implementasi Coretax berhasil dijawab secara komprehensif oleh narasumber.
Acara turut dihadiri Ketua Umum Yaspendhar Tapi Rondang Ni Bulan, Ketua Tax Centre Yaspendhar Syamsul Bahri Arifin, pengurus DPP PERTAPSI Indra Efendi Rangkuti, Ketua Korwil PERTAPSI Sumut I Faisal Eriza, serta dosen dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.
Sebagai bentuk apresiasi, Ketua Umum Yaspendhar menyerahkan cendera mata kepada Agus Puji Priyono. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dalam suasana hangat dan penuh semangat akademik.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2)