KAI Sumut Catat Efisiensi BBM Subsidi, Layani 763 Ribu Penumpang di Triwulan I 2026

Kereta api melintas di wilayah Sumatera Utara sebagai bagian dari layanan KAI Divre I Sumut yang efisien dan ramah lingkungan sepanjang triwulan I 2026.

GIMIC.ID, MEDAN – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara (Divre I Sumut) terus memperkuat perannya sebagai moda transportasi publik yang efisien dan ramah lingkungan. Sepanjang triwulan I tahun 2026, perusahaan mencatat penggunaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi yang optimal dalam mendukung mobilitas masyarakat.

Berdasarkan data operasional periode Januari hingga Maret 2026, KAI Divre I Sumut menyerap sebanyak 1.333.637 liter BBM subsidi untuk melayani 763.694 pelanggan di wilayah Sumatera Utara.

Plt. Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menyampaikan bahwa efisiensi penggunaan BBM tersebut berdampak langsung pada keterjangkauan biaya perjalanan masyarakat.

“Efisiensi dan biaya perjalanan yang terjangkau merupakan hal yang sangat berarti bagi masyarakat. Di tengah kondisi BBM yang semakin terbatas, kereta api hadir sebagai solusi mobilitas yang hemat dan dapat diandalkan,” ujar Anwar.

Dari total konsumsi BBM dan jumlah pelanggan yang dilayani, rata-rata setiap pelanggan hanya menghabiskan sekitar dua liter BBM untuk satu kali perjalanan. Dengan efisiensi tersebut, masyarakat dapat menempuh perjalanan jarak jauh seperti Medan–Pematangsiantar, Medan–Tanjungbalai, hingga Medan–Rantauprapat pulang-pergi.

Selain itu, layanan seperti KA Datuk Belambangan relasi Stasiun Tebing Tinggi–Stasiun Lalang juga turut mendukung konektivitas antardaerah.

Penggunaan BBM ini tidak hanya untuk menggerakkan lokomotif, tetapi juga untuk mendukung operasional mesin pembangkit yang menyuplai kebutuhan listrik di dalam kereta, termasuk penerangan, pendingin udara (AC), serta fasilitas pengisian daya bagi penumpang.

Sebagai bagian dari inovasi energi, KAI Divre I Sumut kini telah menggunakan BBM jenis Biosolar B40 pada seluruh mesin diesel, baik lokomotif maupun pembangkit.

“Biosolar B40 merupakan campuran 60 persen solar dan 40 persen biodiesel. Selain meningkatkan kinerja mesin, bahan bakar ini juga menghasilkan emisi karbon yang lebih rendah,” jelas Anwar.

Penggunaan Biosolar B40 ini sejalan dengan target pemerintah dalam mencapai Net Zero Emission 2060. Selain itu, sifatnya yang mudah terurai (biodegradable) menjadikannya lebih ramah lingkungan dan minim dampak terhadap tanah maupun air di sekitar jalur kereta api.

Selain BBM subsidi, KAI Divre I Sumut juga mencatat penggunaan 151.188 liter BBM nonsubsidi selama triwulan I 2026. BBM ini digunakan khusus untuk layanan angkutan barang serta operasional alat kerja dan Mesin Perawatan Jalan Rel (MPJR).

Langkah ini dilakukan untuk menjaga kualitas dan keselamatan jalur kereta api tanpa membebani kuota BBM subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat.

KAI menegaskan komitmennya dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui transformasi transportasi hijau.

“Kami memastikan setiap tetes BBM subsidi digunakan secara tepat sasaran dan berdaya guna tinggi. KAI akan terus menjadi tulang punggung transportasi di Sumatera Utara yang efisien, terjangkau, dan ramah lingkungan,” pungkas Anwar.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id

(G-H2)

Komentar

Loading...