Kemenag Sumut Salurkan Bantuan untuk Masjid Terdampak Banjir dan Longsor di Tapanuli
Sakoanda Siregar mewakili Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara menyerahkan bantuan secara simbolis kepada pengurus masjid terdampak banjir dan tanah longsor di wilayah Tapanuli sebagai bentuk kepedulian dan dukungan pemulihan pascabencana.
GIMIC.ID, MEDAN — Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara melalui Kepala Bidang Urusan Agama Islam (Urais), Sakoanda Siregar, menyalurkan bantuan rehabilitasi dan operasional bagi sejumlah masjid yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor di wilayah Tapanuli.
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis kepada delapan masjid yang berada di daerah terdampak paling parah di Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kabupaten Tapanuli Selatan. Masing-masing masjid menerima bantuan sebesar Rp10 juta.
Adapun masjid penerima bantuan meliputi Masjid Al Fatah, Masjid Al Ihsan, Masjid Nurul Huda, Masjid Asasuddin, Masjid Al Falah, Masjid Al Ikhlas, Masjid Nurul Iman, dan Masjid Al Mubaraq.
Sakoanda Siregar menjelaskan bahwa bantuan tersebut berasal dari sumbangan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama Sumatera Utara sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat dan rumah ibadah yang terdampak bencana.
“Bantuan ini merupakan wujud empati dan solidaritas ASN Kemenag Sumut kepada masyarakat yang terdampak banjir dan tanah longsor. Kami berharap bantuan ini dapat membantu percepatan pemulihan fasilitas ibadah,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).
Ia juga mengungkapkan bahwa sebelumnya Kanwil Kemenag Sumut telah menyalurkan berbagai bantuan kepada masyarakat dan ASN yang terdampak bencana di sejumlah wilayah di Sumatera Utara.
Menurut Sakoanda, kehadiran Kementerian Agama pascabencana tidak hanya sebatas penyaluran bantuan, tetapi juga memastikan rumah ibadah dapat segera difungsikan kembali sebagai pusat layanan keagamaan dan aktivitas sosial masyarakat.
“Kami ingin memastikan masyarakat dapat kembali menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman. Masjid memiliki peran penting sebagai pusat kegiatan umat, sehingga pemulihannya menjadi prioritas,” tegasnya.
Ia berharap bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal dan tepat sasaran, sehingga proses rehabilitasi masjid dapat segera diselesaikan.
Selain itu, Sakoanda juga mengimbau agar pengelolaan bantuan dilakukan secara transparan dan akuntabel, guna menjaga kepercayaan masyarakat serta memastikan keberlanjutan program bantuan sosial ke depan.
Bantuan ini menjadi bagian dari komitmen Kementerian Agama dalam mendukung pemulihan fasilitas keagamaan serta memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat pascabencana.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2)