1. Beranda
  2. Ekonomi
  3. Keuangan

OJK: Stabilitas Sektor Keuangan Indonesia Tetap Terjaga di Tengah Gejolak Global

Oleh ,

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi menyampaikan keterangan pers terkait kondisi stabilitas sektor keuangan nasional di tengah ketidakpastian global, Jakarta, Senin (6/4/2026).

GIMIC.ID, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai stabilitas sektor keuangan Indonesia masih terjaga meski ketidakpastian global meningkat akibat eskalasi tensi geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan perkembangan global saat ini memberikan tekanan terhadap prospek ekonomi dunia, terutama akibat konflik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi mengganggu stabilitas pasar keuangan internasional.

“Kondisi ini mendorong lonjakan harga energi dan meningkatkan volatilitas pasar keuangan global,” ujar Friderica dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner (RDK), Senin (6/4/2026).

Laporan interim economic outlook Maret 2026 dari Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) sebelumnya menunjukkan ekonomi global berada dalam tren penguatan. Namun, eskalasi konflik di Timur Tengah membuat proyeksi tersebut terkoreksi.

Menurut Friderica, tingginya ketidakpastian global serta tekanan harga energi juga mempersempit ruang kebijakan moneter bank sentral dunia. Hal ini turut memunculkan kembali ekspektasi suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih lama (high for longer).

Kebijakan The Fed dan Dinamika Global

Di Amerika Serikat, perekonomian menunjukkan tanda-tanda tekanan di tengah inflasi yang masih persisten dan tingkat pengangguran yang relatif tinggi. Bank sentral AS, Federal Reserve atau The Fed, mempertahankan suku bunga kebijakan dan sebelumnya memberi sinyal hanya satu kali pemangkasan sepanjang 2026.

Namun, pasca meningkatnya tensi geopolitik antara AS dan Iran, ekspektasi pasar berubah menjadi tidak adanya pemangkasan suku bunga pada tahun ini.

Sementara itu, ekonomi Tiongkok mencatat kinerja yang lebih baik dari perkiraan. Hal ini didorong oleh perbaikan sisi permintaan dan penawaran serta dukungan stimulus di sektor keuangan.

Meski demikian, pemerintah Tiongkok tetap menurunkan target pertumbuhan ekonomi sebagai respons terhadap tantangan struktural dan ketidakpastian global yang masih berlanjut.

Fundamental Domestik Tetap Solid

Di dalam negeri, OJK mencatat sejumlah indikator ekonomi menunjukkan kondisi yang tetap kuat. Inflasi inti pada Maret 2026 mengalami penurunan, sementara konsumsi masyarakat tetap terjaga pada awal tahun.

Hal ini tercermin dari pertumbuhan penjualan ritel yang diperkirakan mencapai 6,89 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Selain itu, penjualan kendaraan bermotor juga masih menunjukkan kinerja positif.

Dari sisi produksi, Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia masih berada di zona ekspansif, menandakan aktivitas industri yang terus tumbuh.

Ketahanan sektor eksternal juga dinilai solid, didukung oleh posisi cadangan devisa pada Februari 2026 yang memadai serta neraca perdagangan yang mencatatkan surplus.

OJK menegaskan akan terus mencermati perkembangan global dan domestik serta menjaga stabilitas sektor jasa keuangan guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id

(G-H2)

Baca Juga