1. Beranda
  2. Bisnis
  3. Ekonomi

OJK Akan Temui MSCI, Siapkan Delapan Langkah Prioritas Pulihkan Kepercayaan Pasar Modal

Oleh ,

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Friderica Widyasari Dewi, menyampaikan rencana pertemuan dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) usai Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (1/4/2026), guna memperkuat kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia.

GIMIC.ID, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan rencana untuk bertemu langsung dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) guna memulihkan kepercayaan terhadap pasar modal Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, usai Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Rabu (1/4/2026).

“Kita terus melakukan koordinasi dan komunikasi dengan MSCI, dan Insya Allah kita juga akan bertemu langsung dengan mereka,” ujar Friderica, yang akrab disapa Kiki.

Sebagai tindak lanjut, OJK bersama Self-Regulatory Organization (SRO), termasuk Bursa Efek Indonesia, telah menyiapkan delapan langkah prioritas untuk memperkuat pasar modal. Langkah tersebut mencakup peningkatan keterbukaan informasi, penguatan likuiditas, hingga penegakan hukum (enforcement).

Upaya ini juga akan diperkuat melalui pembentukan task force lintas lembaga yang melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian serta para pemangku kepentingan terkait.

Sebelumnya, OJK telah menyampaikan proposal reformasi pasar modal kepada MSCI dan lembaga pemeringkat global lainnya, seperti Fitch Ratings.

Friderica menjelaskan, MSCI masih menunggu konsistensi Indonesia dalam menjalankan berbagai perbaikan yang diajukan, khususnya terkait transparansi perdagangan di bursa.

“Mereka tidak serta-merta menerima, tetapi melihat bagaimana konsistensi kita dalam memenuhi proposal yang telah diajukan,” jelasnya.

Adapun empat poin utama dalam proposal reformasi tersebut meliputi peningkatan transparansi kepemilikan saham hingga batas minimal 1 persen, pembukaan klasifikasi investor hingga 27 subtipe oleh BEI bersama Kustodian Sentral Efek Indonesia, penerapan batas minimum free float sebesar 15 persen, serta pengungkapan konsentrasi kepemilikan saham (high shareholding concentration).

Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kredibilitas dan daya tarik pasar modal Indonesia di mata investor global, sekaligus memperkuat stabilitas sistem keuangan nasional.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id

(G-H2)

Baca Juga