1. Beranda
  2. News Update

KUA Medan Perjuangan Hadirkan Nuansa Lebaran dalam Pelayanan, Warga Disambut Kue dan Senyuman

Oleh ,

Petugas Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Perjuangan menyambut masyarakat dengan ramah usai libur Idulfitri di ruang pelayanan, Medan, Kamis (26/3/2026).

GIMIC.ID, MEDAN – Suasana berbeda terasa di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Perjuangan pasca-libur Idulfitri. Alih-alih disambut suasana formal yang kaku, warga yang datang justru disuguhi kehangatan layaknya bertamu ke rumah kerabat, lengkap dengan aneka kue khas Lebaran seperti nastar dan putri salju.

Aroma mentega dan manisnya gula halus masih terasa di ruang tunggu kantor tersebut, Kamis (26/3). Stoples-stoples berisi kudapan tersaji rapi, menjadi simbol pendekatan pelayanan yang lebih humanis kepada masyarakat.

Langkah ini menjadi bagian dari inovasi pelayanan publik yang diusung KUA Medan Perjuangan di bawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia. Mereka berupaya menghapus stigma bahwa kantor pemerintahan identik dengan suasana tegang dan birokrasi yang rumit.

Kepala KUA Medan Perjuangan, H. Ramlan, terlihat menyambut langsung warga yang datang. Dengan sikap bersahaja, ia mempersilakan pengunjung untuk menikmati sajian yang tersedia sembari menunggu pelayanan.

Menurutnya, pelayanan publik tidak hanya berkutat pada urusan administratif, tetapi juga menyangkut pendekatan emosional kepada masyarakat.

“Kami ingin mengoptimalkan layanan pasca-libur ini dengan sesuatu yang berbeda. Menyajikan kue Lebaran adalah cara sederhana agar masyarakat merasa lebih dekat dengan KUA,” ujarnya.

Ia menambahkan, suasana santai dan hangat diharapkan mampu menghilangkan rasa canggung masyarakat saat berurusan di kantor pemerintahan.

Ramlan menegaskan, visi KUA Medan Perjuangan adalah menjadi institusi yang nyaman, inklusif, dan terbuka bagi semua kalangan. Kue Lebaran yang disajikan bukan sekadar hidangan, melainkan simbol keterbukaan dan penghormatan kepada masyarakat.

Seluruh staf turut berperan dalam menciptakan suasana tersebut. Selain sigap dalam melayani administrasi seperti pencatatan nikah dan konsultasi keagamaan, mereka juga aktif berinteraksi secara ramah dengan warga.

Sinergi antara pimpinan dan pegawai ini membuat atmosfer kantor terasa lebih hidup dan jauh dari kesan kaku.

Inisiatif sederhana ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Banyak pengunjung yang awalnya datang dengan wajah serius, berubah lebih santai setelah merasakan pelayanan yang bersahabat.

Salah seorang calon pengantin, Fatma, mengaku terkesan dengan suasana yang dihadirkan.

“Menurut saya ini sangat inspiratif. KUA jadi terasa dekat dengan masyarakat. Harapannya pelayanan seperti ini tidak hanya saat Lebaran saja,” ujarnya.

Ramlan meyakini, suasana yang nyaman akan membuat komunikasi antara petugas dan masyarakat lebih efektif. Permasalahan yang dikonsultasikan pun dapat diselesaikan dengan lebih baik karena diawali dengan pendekatan yang hangat.

Ia berharap KUA tidak hanya dipandang sebagai tempat pencatatan pernikahan, tetapi juga sebagai ruang solusi bagi persoalan umat.

Dengan semangat inklusivitas, KUA Medan Perjuangan terus berupaya merangkul seluruh lapisan masyarakat tanpa sekat. Pelayanan yang ramah diharapkan mampu membangun kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah.

Di tengah kesibukan pasca-Lebaran, kehadiran stoples kue di meja pelayanan menjadi simbol sederhana namun bermakna—bahwa birokrasi bisa berjalan seiring dengan nilai-nilai kemanusiaan dan kehangatan tradisi.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id

(G-H2)

Baca Juga