Lapas Kelas I Medan Bantah Tuduhan Peredaran Narkoba, Siap Tempuh Jalur Hukum

Kalapas Kelas I Medan Fonika Affandi memberikan klarifikasi terkait tudingan peredaran narkoba di dalam lapas serta menegaskan akan menempuh langkah hukum atas konten yang dinilai fitnah.

GIMIC.ID, MEDAN — Upaya pembenahan lembaga pemasyarakatan yang digencarkan pemerintah melalui program Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) menghadapi berbagai tantangan, termasuk munculnya narasi negatif di media sosial.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah Lapas Kelas I Medan yang belakangan disebut-sebut dalam sejumlah konten viral. Konten tersebut menuding adanya praktik peredaran narkoba dan kejahatan scamming yang melibatkan warga binaan, bahkan menyeret nama pimpinan lapas.

Kepala Lapas Kelas I Medan, Fonika Affandi, menegaskan bahwa informasi yang beredar tersebut tidak benar dan mengandung unsur fitnah.

Aroma fitnah dalam konten tersebut sangat nyata. Bahkan, pemilik akun dengan berani menyebutkan inisial warga binaan dan kamar hunian yang dituduhkan sebagai lokasi praktik ilegal, tanpa dasar yang jelas,” ujar Fonika saat dikonfirmasi, Minggu (22/3/2026).

Menurutnya, tudingan tersebut muncul di tengah upaya serius jajaran lapas dalam melakukan pembenahan dan peningkatan pengawasan, sejalan dengan arahan Menteri Imipas Agus Andrianto.

Fonika juga menyayangkan penyebaran konten tersebut terjadi di momen Hari Raya Idulfitri, saat petugas lapas tengah fokus memberikan pelayanan kepada keluarga warga binaan yang datang berkunjung.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pihaknya sedang mempertimbangkan langkah hukum terhadap penyebar konten tersebut, termasuk kemungkinan melaporkannya berdasarkan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

“Dalam narasi yang disebarkan, saya dan KPLP Lapas disebut menerima aliran dana ilegal. Ini tentu sangat merugikan dan mencoreng nama baik institusi. Kami sedang berkoordinasi dengan pihak Kementerian untuk menentukan langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan menempuh jalur pidana,” tegasnya.

Meski demikian, Fonika menegaskan bahwa pihaknya tetap terbuka terhadap kritik dan masukan dari masyarakat sebagai bagian dari upaya perbaikan berkelanjutan di lingkungan pemasyarakatan.

“Kami tidak anti kritik. Justru kami mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk keluarga warga binaan, untuk ikut berperan aktif dalam pengawasan serta mendukung proses pembinaan dan keamanan di lapas,” ujarnya.

Ia juga memastikan bahwa berbagai langkah penguatan pengawasan internal terus dilakukan guna mencegah potensi pelanggaran serta memastikan lingkungan lapas tetap aman dan kondusif.

Dengan komitmen tersebut, Lapas Kelas I Medan optimistis dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pembinaan, sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap institusi pemasyarakatan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id

(G-RSD)

Komentar

Loading...