1. Beranda
  2. Keagamaan
  3. Pemerintahan

Tim Hisab Rukyat Sumut Gelar Pemantauan Hilal, Hasilnya Jadi Rekomendasi Penetapan Idulfitri 1447 H

Oleh ,

Tim Hisab Rukyat Provinsi Sumatera Utara bersama perwakilan Kementerian Agama Republik Indonesia dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika melakukan pemantauan hilal di Anjungan Kantor Gubernur Sumatera Utara sebagai bagian dari penentuan awal Idulfitri 1447 Hijriah.

GIMIC.ID, MEDAN — Tim Hisab Rukyat Provinsi Sumatera Utara menggelar kegiatan rukyatul hilal untuk penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah di Anjungan Kantor Gubernur Sumatera Utara, Kamis (19/3/2026). Kegiatan ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia dan diprakarsai oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara selaku Ketua Tim Hisab Rukyat, yang diwakili Kepala Bagian Tata Usaha, Syafrizal Bancin, menyampaikan bahwa hasil rukyatul hilal akan menjadi bahan rekomendasi dalam Sidang Isbat yang digelar pada hari yang sama.

“Hasil pemantauan hari ini akan kami sampaikan kepada Kementerian Agama RI sebagai dasar penentuan kapan jatuhnya Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah melalui Sidang Isbat nanti malam,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan data Tim Rukyat Hilal Sumatera Utara, posisi hilal masih belum memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura). Oleh karena itu, keputusan final tetap menunggu hasil Sidang Isbat pemerintah.

Syafrizal juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga persatuan apabila terjadi perbedaan dalam penetapan 1 Syawal.

“Perbedaan adalah hal yang mungkin terjadi. Namun, mari kita jadikan sebagai rahmatan lil ‘alamin dan tetap menjaga ukhuwah Islamiyah,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Balai Wilayah I Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sumatera Utara, Hendro Nugroho, memaparkan hasil perhitungan astronomis terkait posisi hilal.

Menurutnya, waktu terbenam matahari di wilayah Sumatera Utara terjadi pada pukul 18.36 WIB, yang menjadi acuan pelaksanaan rukyatul hilal. Berdasarkan perhitungan, tinggi hilal di Medan berada di kisaran 2,75–2,87 derajat dengan elongasi sekitar 5,98 derajat.

“Dengan kondisi tersebut, visibilitas hilal diperkirakan belum dapat terlihat. Namun demikian, keputusan tetap menunggu penetapan pemerintah sebagai ulil amri,” jelas Hendro.

Ia juga merinci bahwa di wilayah Sabang, tinggi hilal mencapai sekitar 3,1 derajat dengan elongasi 6,1 derajat dan umur bulan sekitar 10 jam. Meski demikian, secara umum kriteria visibilitas hilal masih belum terpenuhi.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Sumatera Utara, Abu Qosim, menegaskan bahwa kegiatan rukyatul hilal merupakan ikhtiar ilmiah yang dilakukan dengan penuh tanggung jawab.

“Kegiatan ini membutuhkan sinergi antara pemerintah, ulama, dan lembaga terkait dalam menentukan awal bulan Syawal yang akan disampaikan kepada masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan rukyatul hilal ini turut dihadiri oleh berbagai unsur, di antaranya organisasi masyarakat Islam, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara, serta insan pers.

Melalui pelaksanaan rukyatul hilal ini, diharapkan penetapan Hari Raya Idulfitri 1447 H dapat dilakukan secara akurat dan menjadi pedoman bersama bagi umat Islam di Indonesia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id

(G-H2)

Baca Juga