Siswa MAN 1 Medan Lolos ke Monash University Australia, Pilih Jurusan Data Science Bergengsi

Seorang pelajar menunjukkan medali dan sertifikat penghargaan usai mengikuti ajang WICE 2025 dalam sesi Awarding Ceremony. Prestasi ini menjadi bukti keberhasilan generasi muda Indonesia dalam berkompetisi di tingkat internasional.

GIMIC.ID, MEDAN – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar asal Sumatera Utara. Bukhari Farasdi Harahap, siswa MAN 1 Medan, resmi dinyatakan lulus dan diterima di Monash University, salah satu universitas Top 30 dunia. Ia berhasil menembus program bergengsi Bachelor of Applied Data Science Advanced (Honours) yang dikenal sangat kompetitif.

Kabar kelulusan tersebut datang di momen yang penuh haru. Bukhari mengaku menerima email resmi dari pihak universitas saat tengah menunggu waktu berbuka puasa.

“Saya sedang scroll handphone, tiba-tiba ada email masuk dari Monash University. Saya terkejut sekaligus sangat bersyukur kepada Allah SWT. Yang langsung terlintas adalah kesiapan untuk menuntut ilmu di Australia,” ungkapnya.

Ketertarikan Bukhari pada bidang Data Science berawal dari kebiasaannya mengeksplorasi informasi pendidikan luar negeri melalui media sosial. Dari sana, ia melakukan riset mendalam hingga menemukan kecocokan dengan minatnya di dunia digital.

“Di zaman digital ini, hambatan informasi bisa diatasi. Saya memilih Applied Data Science karena ingin berkontribusi nyata bagi kemajuan Sumatera Utara dan Indonesia, khususnya dalam pengembangan sistem analisis data untuk pemerintah daerah dan digitalisasi pendidikan,” jelasnya.

Keberhasilan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi MAN 1 Medan. Kepala sekolah, Reza Faisal, menyebut capaian tersebut merupakan hasil dari ekosistem pendidikan madrasah yang berorientasi global.

“Kami konsisten membekali siswa dengan kemampuan bahasa internasional melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler seperti English, Deutsch, hingga Arabic Club. Ini bukti bahwa siswa madrasah mampu bersaing di tingkat dunia,” ujar Reza.

Ia menambahkan, bimbingan intensif dari para guru, khususnya di bidang Bahasa Inggris, serta keikutsertaan dalam berbagai kompetisi internasional menjadi faktor penting dalam membentuk kesiapan siswa.

“Bukhari adalah bukti bahwa kombinasi antara nilai spiritualitas madrasah dan penguasaan teknologi dapat mengantarkan siswa menembus kampus elit dunia seperti Monash University,” tambahnya.

Meski akan melanjutkan studi di Melbourne, Bukhari menegaskan komitmennya untuk tetap membawa nilai-nilai yang ia peroleh selama menempuh pendidikan di madrasah, seperti kedisiplinan, etika, dan semangat kompetisi.

Dukungan keluarga juga menjadi faktor penting dalam perjalanannya. Ia mengaku mendapatkan dorongan penuh dari orang tua dan keluarga besar, yang menjadi penguat di tengah berbagai tantangan selama proses pendaftaran.

Menutup pesannya, Bukhari mengajak generasi muda, khususnya siswa madrasah, untuk berani bermimpi besar dan terus berkembang mengikuti kemajuan teknologi.

“Bermimpilah setinggi-tingginya, namun jangan lupa bangun untuk mewujudkannya. Teruslah menuntut ilmu, berdoa, dan jangan pernah gagap teknologi,” tutupnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id

(G-H2)

Komentar

Loading...