1. Beranda
  2. Bisnis
  3. Ekonomi
  4. Keuangan

OJK: Literasi Keuangan Tinggi, Namun Inklusi Keuangan Syariah di Sumut Masih Rendah

Oleh ,

Perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara menyampaikan paparan dalam kegiatan Media Talk bertema “Sinergi OJK dan Media dalam Mengawal Perkembangan Sektor Jasa Keuangan” di Kantor OJK Sumut, Medan, Selasa (10/3/2026).

GIMIC.ID, MEDAN -  Pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) yang tergolong kuat ternyata belum sepenuhnya menjamin keamanan finansial masyarakat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai masih terdapat kesenjangan antara tingkat literasi keuangan masyarakat dengan pemanfaatan layanan keuangan yang tersedia.

Kepala OJK Provinsi Sumatera Utara, Khoirul Muttaqien, mengatakan bahwa tingkat pemahaman masyarakat mengenai produk keuangan sebenarnya sudah cukup baik, namun belum diikuti dengan tingkat inklusi atau pemanfaatan layanan keuangan secara optimal.

Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Media Talk bertema “Sinergi OJK dan Media dalam Mengawal Perkembangan Sektor Jasa Keuangan” yang digelar di Kantor OJK Provinsi Sumatera Utara, Medan Helvetia, Kota Medan, Selasa (10/3/2026).

Menurutnya, di tengah berbagai tantangan ekonomi global, Sumatera Utara tetap menjadi salah satu motor penggerak ekonomi di Pulau Sumatera. OJK mencatat, Sumut memberikan kontribusi sekitar 23,54 persen terhadap total perekonomian di Pulau Sumatera.

Sementara itu, nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sumatera Utara tercatat mencapai sekitar Rp1.236 triliun. Angka tersebut menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi daerah masih cukup kuat dan sejalan dengan tren positif pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di kisaran 5,11 persen.

Meskipun infrastruktur sektor jasa keuangan di Sumatera Utara tergolong lengkap, Khoirul menyoroti masih adanya tantangan dalam pemanfaatannya oleh masyarakat.

Saat ini, di Sumut tercatat terdapat 57 bank umum, 49 Bank Perkreditan Rakyat (BPR/BPRS), 26 manajer investasi, serta 22 kantor cabang perusahaan sekuritas yang beroperasi di wilayah tersebut.

Namun demikian, menurutnya keberadaan lembaga keuangan yang cukup banyak belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Literasi ekonomi syariah sebenarnya cukup tinggi, tetapi tingkat inklusinya masih rendah. Artinya masyarakat sudah mengetahui, namun belum semuanya memanfaatkan layanan keuangan syariah,” ujar Khoirul.

Ia menjelaskan, kondisi ini menunjukkan bahwa sebagian masyarakat sudah memahami produk keuangan, namun masih belum berani atau belum memiliki akses yang tepat untuk menggunakannya secara produktif.

Untuk menjembatani kesenjangan tersebut, OJK Sumut terus menggencarkan program edukasi keuangan kepada masyarakat di berbagai daerah.

Sepanjang tahun 2025, OJK mencatat telah melaksanakan lebih dari 1.200 kegiatan literasi keuangan yang tersebar di 33 kabupaten dan kota di Sumatera Utara.

Program edukasi tersebut tidak hanya membahas produk dan layanan keuangan, tetapi juga menekankan pentingnya perlindungan masyarakat dari berbagai praktik keuangan ilegal.

“Fokus edukasi juga diarahkan pada upaya mencegah masyarakat menjadi korban investasi ilegal, pinjaman online ilegal, maupun praktik judi online,” jelasnya.

Sasaran utama kegiatan literasi ini meliputi berbagai kelompok masyarakat, mulai dari pelajar, pelaku UMKM, hingga kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, agar mereka memiliki pemahaman yang cukup dalam mengelola keuangan secara bijak.

Menyambut momentum Ramadan 2026, OJK Sumatera Utara juga meluncurkan program khusus bertajuk Gerak Syariah (Gerakan Ramadan Keuangan Syariah).

Program ini dirancang untuk mendorong peningkatan pemahaman sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan berbasis syariah.

Berbagai kegiatan akan digelar dalam program tersebut, antara lain podcast dan talkshow Ramadan, edukasi keuangan di pesantren, serta kegiatan sosial berbasis keuangan syariah.

“Tujuannya jelas, meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus memperluas akses layanan keuangan yang aman dan sesuai prinsip syariah,” kata Khoirul.

Melalui berbagai program literasi dan inklusi keuangan ini, OJK berharap masyarakat Sumatera Utara tidak hanya menjadi penonton dalam pertumbuhan ekonomi daerah.

Sebaliknya, masyarakat diharapkan mampu memanfaatkan layanan sektor jasa keuangan secara aman, bijak, dan produktif sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan serta memperkuat perekonomian daerah secara berkelanjutan.

Dengan sinergi antara OJK, media, dan masyarakat, diharapkan ekosistem sektor jasa keuangan di Sumatera Utara semakin sehat serta mampu menopang pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id

(G-H2)

Baca Juga