OJK Perkuat Sistem Dana Pensiun Nasional agar Selaras Standar Internasional
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono memimpin delegasi Indonesia dalam forum OECD Financial Markets Week di Paris yang membahas penguatan sistem dana pensiun dan kebijakan sektor keuangan global.
GIMIC.ID, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sistem dana pensiun nasional agar semakin selaras dengan standar internasional sekaligus mampu memberikan perlindungan optimal bagi peserta serta menjaga stabilitas sektor keuangan.
Komitmen tersebut disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono dalam rangkaian kegiatan OECD Financial Markets Week yang berlangsung pada 2–5 Maret 2026 di kantor Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) di Paris, Prancis.
Dalam kegiatan tersebut, Ogi memimpin delegasi Indonesia yang terdiri dari perwakilan OJK dan Kementerian Keuangan Republik Indonesia untuk berpartisipasi dalam sejumlah forum strategis yang membahas perkembangan kebijakan sektor keuangan global.
Partisipasi Indonesia dalam forum tersebut merupakan bagian dari proses aksesi Indonesia untuk menjadi anggota OECD. Saat ini Indonesia berstatus sebagai accession country dan menjadi negara pertama di kawasan Asia Tenggara yang memperoleh status tersebut.
Keterlibatan aktif Indonesia dalam berbagai forum OECD dinilai penting untuk mendukung proses penilaian serta dialog kebijakan dengan negara-negara anggota organisasi tersebut.
Dalam rangka mendukung proses aksesi tersebut, pada Rabu (4/3/2026) Ogi menyampaikan presentasi self-evaluation terhadap dua instrumen hukum OECD yang berkaitan dengan sektor dana pensiun, yakni:
- Core Principles of Private Pension Regulation
- Good Design of Defined Contribution Pension Plans
Presentasi tersebut disampaikan di hadapan delegasi negara-negara anggota OECD sebagai bagian dari evaluasi kesiapan Indonesia dalam menyelaraskan sistem pengaturan dana pensiun dengan praktik terbaik internasional.
Dalam pemaparannya, Ogi menjelaskan berbagai aspek sistem dana pensiun nasional, termasuk:
- Struktur industri dana pensiun di Indonesia
- Kerangka regulasi dan pengawasan
- Penerapan tata kelola dan manajemen risiko
- Implementasi pengawasan berbasis risiko (risk-based supervision)
Pendekatan tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas industri dana pensiun sekaligus meningkatkan perlindungan bagi para peserta program pensiun.
Indonesia juga secara terbuka mengidentifikasi sejumlah area yang masih perlu diperkuat agar lebih selaras dengan standar OECD.
Beberapa area penguatan tersebut antara lain:
- Pengembangan strategi investasi berbasis life-cycle
- Penguatan desain manfaat pensiun yang mendorong pembayaran berkala sebagai pendapatan pensiun
- Peningkatan cakupan kepesertaan program dana pensiun di masyarakat
“OJK terus mendorong penguatan sistem dana pensiun nasional agar semakin selaras dengan praktik terbaik internasional. Langkah ini penting untuk memastikan keberlanjutan manfaat pensiun bagi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan sektor keuangan nasional,” ujar Ogi.
Selain menghadiri forum OECD, OJK juga berpartisipasi dalam pertemuan International Organisation of Pension Supervisors (IOPS), di mana OJK saat ini menjadi anggota Executive Committee IOPS.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga digelar pertemuan gabungan antara IOPS dan OECD Working Party on Insurance and Pensions (WPIP) yang membahas berbagai isu kebijakan serta praktik pengawasan dana pensiun di tingkat global.
Delegasi negara anggota OECD menyambut baik presentasi yang disampaikan Indonesia dan mengapresiasi pendekatan terbuka yang dilakukan dalam memetakan kekuatan sekaligus area penguatan sistem dana pensiun nasional.
Masukan dari OECD akan menjadi referensi penting bagi Indonesia dalam menyempurnakan kebijakan serta memperkuat sistem dana pensiun nasional ke depan. Hal ini juga menjadi bagian dari tahapan lanjutan dalam proses aksesi Indonesia menjadi anggota OECD.
Keikutsertaan OJK dalam berbagai forum internasional tersebut mencerminkan komitmen lembaga tersebut untuk terus meningkatkan kualitas pengaturan dan pengawasan sektor jasa keuangan agar selaras dengan standar global.
Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan ketahanan sistem keuangan nasional, memperkuat kepercayaan investor, serta mendukung pembangunan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2)