1. Beranda
  2. Ekonomi

KPPU Sidak Pasar Tradisional di Medan, Pastikan Stok Bahan Pokok Aman Selama Ramadan

Oleh ,

Petugas KPPU bersama pemerintah daerah dan Satgas Pangan melakukan sidak di pasar tradisional Kota Medan untuk memantau ketersediaan stok serta perkembangan harga bahan pokok selama bulan Ramadan menjelang Idulfitri.

GIMIC.ID, MEDAN – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Wilayah I melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah pasar tradisional di Kota Medan, Senin (9/3/2026), untuk memantau ketersediaan pasokan serta perkembangan harga bahan pokok selama bulan Ramadan dan menjelang Hari Raya Idulfitri.

Sidak yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB tersebut menyasar Pasar Petisah dan Pasar Sei Sikambing. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah I KPPU, Ridho Pamungkas, serta melibatkan unsur pemerintah daerah dan aparat penegak hukum.

Dari unsur pemerintah daerah, kegiatan tersebut turut dihadiri Pelaksana Harian Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan ESDM Sumatera Utara, Yosi, sementara dari pihak kepolisian diwakili oleh Panit Subindag Satgas Pangan Polda Sumut, EP Barus.

Dalam sidak tersebut, tim melakukan pemantauan terhadap berbagai komoditas pangan strategis seperti beras, telur ayam, daging ayam, daging sapi, cabai, bawang, gula, serta minyak goreng.

Berdasarkan hasil survei di sejumlah titik pasar, ketersediaan bahan pokok secara umum masih berada dalam kondisi aman, meskipun beberapa komoditas menunjukkan pergerakan harga yang bervariasi.

Dari hasil pemantauan lapangan, harga daging ayam ras tercatat mengalami penurunan dibandingkan beberapa waktu sebelumnya. Namun demikian, harga tersebut masih berada di atas harga acuan pemerintah.

Di Pasar Petisah dan Pasar Sei Sikambing, harga ayam tercatat berada pada kisaran Rp43.000 hingga Rp45.000 per kilogram, sementara harga acuan pemerintah berada di sekitar Rp40.000 per kilogram.

Penurunan harga ini diduga berkaitan dengan menurunnya permintaan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan, seiring dengan berkurangnya konsumsi makanan pada siang hari oleh pelajar yang menjalankan ibadah puasa.

Berbeda dengan komoditas protein hewani, sejumlah komoditas hortikultura justru mengalami tren penurunan harga di pasar tradisional.

Berdasarkan hasil pemantauan tim, harga komoditas tersebut berada pada kisaran:

Penurunan harga tersebut dipengaruhi oleh ketersediaan pasokan yang relatif mencukupi di pasar serta pola konsumsi masyarakat selama Ramadan yang cenderung stabil.

Meski demikian, para pedagang menyebutkan bahwa harga komoditas hortikultura masih berpotensi mengalami fluktuasi menjelang Hari Raya Idulfitri, seiring dinamika pasokan dari daerah sentra produksi.

Tim juga menemukan bahwa minyak goreng bersubsidi Minyakita masih dijual dengan harga yang bervariasi di tingkat pedagang.

Pedagang yang memperoleh pasokan langsung dari Bulog dapat menjual Minyakita dengan harga sekitar Rp15.700 hingga Rp16.000 per liter, mendekati Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Sementara pedagang yang tidak mendapatkan pasokan dari jalur tersebut menjual Minyakita dengan harga lebih tinggi, yakni sekitar Rp17.000 hingga Rp18.000 per liter.

Kepala Kantor Wilayah I KPPU Ridho Pamungkas menegaskan bahwa secara umum kondisi pasar tradisional di Kota Medan masih relatif terkendali.

“Secara umum ketersediaan bahan pokok di pasar tradisional masih aman dan harga relatif terkendali. Beberapa komoditas bahkan mengalami penurunan harga, khususnya cabai dan sejumlah produk hortikultura. Namun kami tetap memantau komoditas seperti ayam dan minyak goreng yang masih berada di atas harga acuan,” ujar Ridho.

Ia juga mengingatkan para pelaku usaha agar mematuhi ketentuan harga yang telah ditetapkan pemerintah, terutama untuk komoditas yang memiliki Harga Eceran Tertinggi (HET) maupun Harga Acuan Pemerintah (HAP).

“Kami mengimbau pedagang untuk menjual komoditas sesuai ketentuan harga yang berlaku. Stabilitas harga sangat penting untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama selama Ramadan,” tambahnya.

Sementara itu, Plh Kepala Disperindag ESDM Sumatera Utara, Yosi, menyampaikan bahwa pemerintah provinsi juga menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) guna membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Dalam program tersebut, Disperindag bekerja sama dengan produsen untuk menyediakan ayam beku dengan harga Rp40.000 per kilogram.

Selain itu, Disperindag juga bekerja sama dengan Bank Indonesia untuk mendorong penggunaan pembayaran digital melalui program promosi transaksi menggunakan QRIS.

“Jika masyarakat membeli ayam satu kilogram menggunakan QRIS, konsumen akan mendapatkan bonus 10 butir telur,” jelas Yosi.

Sementara itu, pihak kepolisian dari Subdirektorat Industri dan Perdagangan Polda Sumatera Utara menyatakan akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan distribusi bahan pokok tetap lancar menjelang Lebaran.

Panit Subindag Satgas Pangan Polda Sumut EP Barus juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying.

“Kami mengimbau masyarakat tidak perlu panic buying. Dari hasil sidak, kondisi stok dan harga masih relatif aman. Secara tahunan, kenaikan harga yang signifikan biasanya baru terjadi sekitar H-3 Lebaran,” ujarnya.

Ke depan, KPPU Kanwil I akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta Satgas Pangan untuk memastikan distribusi bahan pokok berjalan lancar, pasokan tetap terjaga, serta tidak terjadi praktik persaingan usaha tidak sehat yang dapat merugikan masyarakat.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id

(G-H2)

Baca Juga