Bulog Sumut Pastikan 52 Ribu Ton Beras Aman, Mendag Pantau Langsung di Tebing Tinggi

Menteri Perdagangan RI Budi Santoso meninjau langsung ketersediaan beras SPHP saat melakukan sidak harga dan stok sembako di salah satu pasar modern wilayah Sumatera Utara jelang Ramadan 2026.

GIMIC.ID, TEBING TINGGI – Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Gambir, Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara, guna memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok menjelang Ramadan 1447 H/2026 M.

Dalam sidak tersebut, Mendag didampingi Wakil Gubernur Sumut, Wali Kota Tebing Tinggi, Pelaksana Tugas Kadis Perindag ESDM, Direktur Krimsus Polda Sumut, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Tebing Tinggi, serta Pemimpin Wilayah Bulog Sumut dan sejumlah pejabat terkait lainnya.

Di hadapan pedagang dan masyarakat, Budi Santoso menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok selama bulan puasa.

“Kami ingin memastikan bahwa stok sembako aman dan harga tetap terkendali selama Ramadan. Pemerintah tidak ingin ada lonjakan harga yang memberatkan masyarakat,” ujar Mendag saat berdialog dengan pedagang.

Sebagai operator pemerintah dalam penyediaan pangan, Perum Bulog memastikan distribusi beras SPHP dan minyak goreng Minyakita tetap terjaga, baik di pasar tradisional maupun ritel modern.

Pemimpin Wilayah Bulog Sumatera Utara, Budi Cahyanto, menyampaikan bahwa pihaknya telah bekerja sama dengan para pedagang pasar tradisional untuk menjamin ketersediaan komoditas tersebut.

“Jumlah yang kami kirim cukup dan kami terus pantau secara rutin setiap hari, baik di pasar tradisional maupun ritel modern,” kata Budi.

Ia menambahkan, hingga akhir Ramadan, Bulog akan memastikan harga tetap sesuai ketentuan pemerintah, yakni:

  • Beras SPHP maksimal Rp13.100 per kilogram
  • Minyakita maksimal Rp15.700 per liter di tingkat konsumen

Bulog Sumut juga memastikan ketersediaan stok dalam jumlah memadai. Saat ini, stok beras di gudang Bulog mencapai 52.000 ton, sementara Minyakita tersedia sekitar 1,7 juta liter.

“Stok tersedia cukup bahkan sampai pasca Lebaran nanti, masyarakat tidak perlu khawatir. Namun kami mengimbau agar membeli sesuai kebutuhan,” tegas Budi Cahyanto.

Sidak ini merupakan bagian dari langkah pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), khususnya Ramadan dan Idulfitri 2026.

Pemerintah berharap dengan pengawasan langsung di lapangan, potensi penimbunan maupun kenaikan harga yang tidak wajar dapat dicegah sejak dini, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id

(G-H2)

Komentar

Loading...