Pertamina dan Pemko Banda Aceh Lakukan Pengawasan Terpadu BBM dan LPG 3 Kg Jelang Ramadan
Petugas PT Pertamina Patra Niaga bersama UPTD Metrologi Legal Kota Banda Aceh melakukan pengecekan takaran BBM menggunakan bejana ukur standar saat sidak di salah satu SPBU di Banda Aceh, Kamis (26/2/2026)
GIMIC.ID, BANDA ACEH — PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) bersama Pemerintah Kota Banda Aceh melalui UPTD Metrologi Legal melaksanakan pengawasan terpadu terhadap kualitas dan ketepatan takaran Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU serta tabung LPG 3 kilogram di sejumlah titik di Kota Banda Aceh.
Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah antisipatif menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026 guna memastikan perlindungan konsumen serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap distribusi energi di wilayah tersebut.
Pengawasan dilaksanakan di SPBU 14.232.485 Simpang Jam dan SPBU 13.232.413 Lhong Raya. Selain itu, pengecekan juga dilakukan pada Pangkalan LPG 3 Kg Berkat Alam Jaya di Lhong Cut, Banda Raya serta Pangkalan LPG 3 Kg Beusarie Niaga di Suka Ramai, Kecamatan Baiturrahman.
Kepala UPTD Metrologi Legal Kota Banda Aceh, Fikri, ST, menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh alat ukur dan takaran BBM dalam kondisi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Alhamdulillah, pelaksanaan pengawasan dan pengamatan terhadap SPBU di wilayah Kota Banda Aceh menjelang Ramadan dan Idulfitri berjalan dengan hasil yang sangat baik. Berdasarkan pengecekan yang telah dilakukan bersama Pertamina dan Metrologi Legal Kota Banda Aceh, seluruh SPBU yang diperiksa dinyatakan telah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dari Kementerian Perdagangan,” ujarnya.
Lebih lanjut, dari hasil pemeriksaan di sejumlah pangkalan LPG 3 kilogram, ukuran takaran dan timbangan juga dinyatakan sesuai dengan regulasi.
“Berat tabung kosong berada pada kisaran standar sekitar 5 kilogram, sedangkan dalam kondisi terisi berada di kisaran 8 kilogram dengan tetap memperhatikan batas toleransi yang diperbolehkan sesuai regulasi. Pendistribusian LPG 3 kilogram di wilayah Banda Aceh dan sekitarnya selama ini berjalan dengan baik dan dinilai memuaskan, baik dari sisi kuota maupun harga yang ditetapkan sebesar Rp18.000 per tabung,” jelas Fikri.
Ia menambahkan, berdasarkan hasil inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah SPBU dan pangkalan LPG, kondisi stok BBM dan LPG di wilayah Banda Aceh dan sekitarnya masih dalam kategori relatif aman.
“Kami berharap ketersediaan ini dapat terus terjaga hingga Idulfitri dan tetap stabil dalam periode selanjutnya,” tambahnya.
Sales Area Manager Aceh Pertamina Patra Niaga, Misbah Bukhori, menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan monitoring rutin untuk memastikan kualitas dan kuantitas produk tetap terjaga.
“Kami memastikan setiap liter BBM dan setiap tabung LPG yang diterima masyarakat sesuai standar mutu dan takaran yang ditetapkan. Menjelang Ramadan dan Idulfitri, pengawasan kami tingkatkan agar distribusi tetap lancar dan masyarakat dapat beribadah dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap pasokan energi,” ungkap Misbah.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menambahkan bahwa sinergi dengan pemerintah daerah dan instansi metrologi merupakan bentuk transparansi dan komitmen perlindungan konsumen.
“Pertamina berkomitmen menjaga kualitas, kuantitas, serta ketersediaan energi bagi masyarakat. Pengawasan bersama ini menjadi upaya nyata dalam memastikan pelayanan yang andal dan terpercaya,” ujarnya.
Melalui pengawasan terpadu ini, diharapkan masyarakat Banda Aceh dapat menjalankan ibadah Ramadan dan merayakan Idulfitri dengan tenang, tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan maupun ketepatan takaran BBM dan LPG subsidi.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2)

Komentar