HIMMAH Sumut Desak Kapolri Copot Kapolrestabes Medan, Soroti Dugaan Tindakan Represif Aparat

Pengurus dan kader HIMMAH Sumut menggelar konferensi pers di Medan, Rabu (18/2/2026), mendesak Kapolri mencopot Kapolrestabes Medan terkait dugaan tindakan represif saat pengamanan aksi unjuk rasa.

GIMIC.ID, MEDAN – Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Sumatera Utara (HIMMAH Sumut) menggelar konferensi pers mendesak pencopotan Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, menyusul dugaan tindakan represif aparat saat pengamanan aksi unjuk rasa pada Senin (9/2/2026) lalu di Mapolrestabes Medan.

Dalam keterangannya di Medan, Rabu (18/2/2026), HIMMAH Sumut mengutuk keras tindakan yang dinilai represif terhadap dua kader dan pengurusnya ketika menyampaikan aspirasi.

Ketua HIMMAH Medan yang juga Ketua Terpilih HIMMAH Sumut Periode 2026–2029, Imransyah Pasai, menyatakan bahwa aksi unjuk rasa awalnya berlangsung kondusif saat digelar di Polda Sumatera Utara. Namun, situasi disebut berubah ketika massa bergerak ke Mapolrestabes Medan.

“Padahal aksi yang kami laksanakan berjalan kondusif dan tertib. Namun saat berpindah ke Polrestabes Medan, muncul upaya-upaya provokatif yang dilakukan oleh orang tidak dikenal,” ujar Imransyah.

Ia menduga adanya keterlibatan oknum tertentu dalam menciptakan kegaduhan tersebut. “Kami menduga hal itu berasal dari Polrestabes Medan, khususnya Sat Intelkam dan Sat Reskrim untuk menciptakan kegaduhan,” tegasnya.

Hasil penelusuran internal HIMMAH Sumut, lanjut Imransyah, menemukan bahwa saat aksi berlangsung terdapat sejumlah perwira menengah (Pamen) yang juga Pejabat Utama (PJU) Polrestabes Medan di lokasi.

Di antaranya Kasat Reskrim, Kasat Binmas, Kasat Samapta, Kabag Ops, Kapolsek Medan Timur, serta sejumlah perwira pertama (Pama) yang menjabat sebagai Kepala Unit (Kanit).

“Bagaimana bisa aksi yang awalnya berjalan baik dan lancar di Polda Sumut, tiba-tiba di Polrestabes Medan terjadi kericuhan hingga menimbulkan tindakan represif oleh sejumlah oknum?” ungkapnya.

HIMMAH Sumut menilai desakan pencopotan Kapolrestabes Medan didasari sejumlah faktor, termasuk dugaan salah tangkap dan keganjilan dalam beberapa penanganan kasus sejak awal kepemimpinannya.

Mereka meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk segera mengevaluasi dan mencopot Kapolrestabes Medan dari jabatannya. HIMMAH juga meminta Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian terhadap dugaan tindakan represif tersebut.

“Kami berharap Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan perlindungan, kepastian, dan penegakan hukum terhadap korban tindakan represif yang dilakukan oleh Polrestabes Medan,” katanya.

Selain itu, HIMMAH Sumut juga meminta Komisi III DPR RI untuk memanggil dan memeriksa Kapolrestabes Medan guna dimintai pertanggungjawaban atas peristiwa tersebut.

Imransyah mengungkapkan pihaknya telah membuat laporan resmi sehari setelah insiden terjadi dan melayangkannya ke Ditreskrimum serta Bid Propam Polda Sumut.

“Kami berharap Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto memberikan atensi serius atas laporan yang telah kami sampaikan,” ujarnya.

HIMMAH Sumut menyatakan tetap mengedepankan jalur konstitusional dalam menyampaikan aspirasi dan berharap aparat penegak hukum bertindak profesional, transparan, serta menjunjung tinggi prinsip-prinsip demokrasi dan hak asasi manusia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id

(G-H2)

Komentar

Loading...