OJK–Pemkab Tapsel Perkuat Hilirisasi Jagung, Kopi, dan Perikanan
FGD Otoritas Jasa Keuangan bersama Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan di Aula Bappeda membahas hilirisasi jagung, kopi, dan perikanan guna memperkuat akses pembiayaan sektor riil.
GIMIC.ID, TAPANULI SELATAN — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan terus mendorong penguatan ekonomi daerah melalui pengembangan sektor unggulan agrikultur, pariwisata, dan ekonomi kreatif.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema Peningkatan Nilai Tambah Ragam Keunggulan Daerah melalui Sinergi Hilirisasi Agrikultur, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif, Mendukung Peluang Pendalaman Pasar Sektor Jasa Keuangan di Kabupaten Tapanuli Selatan yang berlangsung di Aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan, Selasa.
FGD digelar untuk mengidentifikasi tantangan dan peluang hilirisasi komoditas utama daerah, seperti jagung, kopi, dan budidaya ikan. Selain itu, forum ini bertujuan memperkuat kolaborasi pemerintah daerah, pelaku usaha sektor riil, dan industri jasa keuangan guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Deputi Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Provinsi Sumatera Utara, Yovvi Sukandar, menegaskan pentingnya kontribusi sektor keuangan dalam pembangunan ekonomi daerah.
“Sesuai mandat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan, OJK bersama pemerintah memiliki peran penting mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan guna meningkatkan taraf hidup masyarakat serta mengurangi ketimpangan,” ujar Yovvi.
OJK juga menekankan pembentukan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) sebagai implementasi Strategi Nasional Keuangan Inklusif untuk memperluas akses dan meningkatkan kualitas pemanfaatan produk serta layanan jasa keuangan di wilayah.
Mengacu Roadmap TPAKD 2026–2030, tim ini diarahkan menjadi delivery platform pembiayaan produktif berbasis potensi lokal, pendalaman pasar jasa keuangan, serta penguatan sinergi lintas sektor. Artinya, inklusi keuangan tidak hanya soal membuka akses, tetapi memastikan layanan tersebut benar-benar menggerakkan ekonomi produktif masyarakat.
Kabupaten Tapanuli Selatan dinilai memiliki potensi besar pada komoditas jagung, kopi, dan perikanan yang selama ini menopang ekonomi warga. Melalui penguatan hilirisasi, potensi tersebut diharapkan tidak berhenti di produksi primer.
Nilai tambah bisa diciptakan lewat pengolahan pascapanen, peningkatan mutu, pengemasan modern, hingga perluasan akses pasar, termasuk dengan dukungan pembiayaan dari sektor jasa keuangan.
Sekretaris Daerah Tapanuli Selatan, Sofyan Adil, menegaskan kesiapan pemerintah daerah membangun ekosistem pembiayaan sektor riil.
“Pemerintah daerah berkomitmen mendukung program TPAKD dan OJK serta memperkuat kolaborasi lintas sektor guna mewujudkan ekosistem keuangan yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan,” katanya.
Melalui FGD ini, diharapkan lahir kesepahaman yang kuat antara pemerintah, lembaga jasa keuangan, dan pelaku usaha. Sinergi tersebut penting untuk meningkatkan kapasitas usaha masyarakat sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi Tapanuli Selatan agar semakin berdaya saing.
Forum ini juga menjadi langkah awal penyusunan strategi penguatan sektor unggulan daerah yang lebih terukur, terarah, dan terintegrasi dengan dukungan industri keuangan.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2)

Komentar