Sambut Ramadan, Pemerintah dan BULOG Gelar Gerakan Pangan Murah di 29 Titik se-Sumut
Warga mengantre membeli beras SPHP dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah yang digelar BULOG bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menjelang Ramadan.
GIMIC.ID, MEDAN – Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan sekaligus menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan, Pemerintah bersama Perum BULOG melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak di 29 titik yang tersebar di seluruh Provinsi Sumatera Utara.
Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh bahan pangan pokok dengan harga terjangkau, terutama menjelang meningkatnya kebutuhan selama Ramadan.
Pemimpin Wilayah Perum BULOG Sumatera Utara, Budi Cahyanto, mengatakan dalam kegiatan tersebut BULOG menyiapkan berbagai komoditas penting, terutama beras.
“Selain beras SPHP, kami juga menyediakan beras komersial dan gula. GPM ini merupakan kolaborasi bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk mengantisipasi lonjakan harga dalam menyambut Bulan Suci Ramadan,” ujar Budi.
Untuk pelaksanaan kali ini, BULOG menyiapkan beras SPHP kurang lebih 99.800 kilogram yang akan disalurkan kepada masyarakat melalui titik-titik yang telah ditentukan.
Adapun lokasi GPM digelar antara lain di Kantor BULOG Wilayah Sumut, Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Markas Koramil Nias, sejumlah kantor kecamatan, serta beberapa gudang BULOG.
“Dengan tersebarnya titik pelaksanaan GPM tersebut diharapkan dapat mempermudah akses masyarakat untuk membeli komoditas yang dibutuhkan,” tambahnya.
Menjelang Ramadan, BULOG Sumatera Utara memastikan ketersediaan cadangan beras pemerintah dalam kondisi aman.
Budi menyebutkan saat ini pihaknya memiliki stok sekitar 50.000 ton. Jumlah tersebut dinilai mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga dua bulan ke depan.
“Dengan jumlah itu, stok sangat aman sampai dua bulan mendatang. Bahkan akan terus bertambah karena kami masih melakukan penyerapan gabah dari petani,” jelasnya.
Menurut Budi, BULOG membeli gabah petani dengan harga Rp6.500 per kilogram. Ia pun mengimbau petani untuk memanen sesuai usia panen agar kualitas gabah tetap terjaga.
“Gabah dibeli Rp6.500 per kilogram di tingkat petani. Untuk yang sudah waktunya panen silakan dipanen, namun jangan terburu-buru sebelum waktunya agar kualitasnya baik,” tutup Budi.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2)

Komentar