Dukung Swasembada Pangan, Kementerian PU Percepat Rehabilitasi Bendung Tanjung Muda di Batubara
Kepala BBWS Sumatera II Medan bersama jajaran meninjau langsung progres rehabilitasi Bendung Tanjung Muda di Kabupaten Batubara.
GIMIC.ID, BATUBARA — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II Medan terus memperkuat infrastruktur sumber daya air guna mendukung program swasembada pangan nasional. Salah satu langkah konkret yang tengah dilakukan ialah percepatan rehabilitasi Bendung Tanjung Muda di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara.
Rehabilitasi ini menjadi bentuk kolaborasi lintas sektor antara Kementerian PU, Pemerintah Kabupaten Batubara, PT Inalum, serta masyarakat petani setempat. Sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat pemulihan fungsi bendung sekaligus memastikan pasokan air irigasi kembali optimal.
Kepala BBWS Sumatera II Medan, Feriyanto Pawenrusi, turun langsung ke lapangan bersama Kepala Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (OP SDA), Indra Kurnia, untuk meninjau progres pekerjaan. Peninjauan dilakukan guna memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai rencana dan manfaatnya dapat segera dirasakan petani.
“Rehabilitasi Bendung Tanjung Muda menjadi prioritas kami karena menyangkut hajat hidup ribuan petani. Kami ingin memastikan suplai air irigasi kembali normal sehingga musim tanam dapat berjalan tepat waktu,” ujar Feriyanto.
Ia menambahkan, percepatan pekerjaan menjadi perhatian utama agar target peningkatan layanan irigasi dapat segera tercapai.
“Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah dan mitra strategis, supaya prosesnya cepat namun tetap memenuhi aspek teknis dan keselamatan konstruksi,” tambahnya.
Adapun lingkup pekerjaan meliputi peninggian muka air Sungai Bah Bolon menggunakan geo box, serta pembukaan alur sungai dari Bendung Tanjung Muda menuju Bendung Perkotaan. Langkah ini dilakukan agar air dapat mengalir lancar menuju Daerah Irigasi (DI) Perkotaan, Tanjung Muda, dan Simodong.
Kepala Satker OP SDA BBWS Sumatera II Medan, Indra Kurnia, menjelaskan bahwa pihaknya memastikan keberlanjutan fungsi infrastruktur setelah pekerjaan rampung.
“Selain fokus pada percepatan rehabilitasi, kami juga menyiapkan skema operasi dan pemeliharaan agar bendung dapat berfungsi optimal dalam jangka panjang. Pengaturan distribusi air akan dilakukan secara terukur sehingga kebutuhan pertanian terpenuhi secara merata,” jelas Indra.
Dengan tersedianya air yang cukup, rehabilitasi ini diharapkan mampu mendukung dimulainya masa tanam pertama tahun 2026 pada areal persawahan seluas kurang lebih 7.160 hektare. Infrastruktur irigasi yang andal diyakini akan berkontribusi besar terhadap peningkatan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Batubara.
Melalui upaya tersebut, Kementerian PU menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani sebagai garda terdepan dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2)