Jelang Ramadan, TPID Sumut Perkuat Strategi Kendalikan Inflasi

Gubernur Sumut Bobby Nasution memimpin High Level Meeting TPID bersama kepala daerah dan pemangku kepentingan di Medan.

GIMIC.ID, MEDAN — Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sumatera Utara menggelar High Level Meeting (HLM) bersama TPID kabupaten/kota se-Sumut untuk memperkuat kesiapan menghadapi potensi kenaikan harga menjelang Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 2026.

Pertemuan yang berlangsung di Aula Raja Inal Kantor Gubernur Sumut, Jumat (6/2/2026), itu menekankan pentingnya sinergi antarinstansi guna menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan saat permintaan masyarakat meningkat.

HLM dipimpin Gubernur Sumatera Utara M. Bobby Afif Nasution dan dihadiri berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumut, Kapolda Sumut, Kajati Sumut, BPS, Bulog, jajaran BUMD, hingga perwakilan kementerian terkait yang mengikuti secara daring.

Kepala Perwakilan BI Sumut, Rudy B. Hutabarat, mengatakan pihaknya akan mengoptimalkan implementasi Early Warning System (EWS) di seluruh wilayah Sumut guna meningkatkan kewaspadaan terhadap gejolak harga.

“Secara historis tekanan inflasi cenderung meningkat pada periode Ramadan dan Idulfitri. Dengan EWS, pemantauan dapat dilakukan lebih dini sehingga intervensi bisa tepat waktu dan tepat sasaran,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Sumut Bobby Nasution menyebut ketersediaan komoditas pangan di wilayahnya secara umum berada dalam kondisi surplus. Meski begitu, ia menekankan pentingnya kelancaran distribusi serta penguatan kerja sama antardaerah.

“Pasokan kita cukup. Yang perlu diperkuat adalah distribusi dan kolaborasi antar kabupaten/kota agar barang mudah diakses masyarakat dengan harga yang tetap stabil,” katanya.

Enam Rekomendasi Strategis

Dalam pertemuan tersebut, TPID menyepakati enam langkah utama, yakni:

  1. Meningkatkan efektivitas Gerakan Pangan Murah berbasis prinsip 4T.
  2. Memperkuat koordinasi dengan Bulog untuk tambahan pasokan daging sapi/kerbau.
  3. Menjalin kerja sama dengan produsen ayam dan telur.
  4. Menunda penyesuaian tarif layanan pemerintah saat tekanan harga naik.
  5. Menerapkan EWS secara luas di seluruh daerah.
  6. Berkoordinasi dengan pelaksana Program Makan Bergizi Gratis agar tidak memicu lonjakan harga.

TPID Sumut berharap rangkaian langkah ini mampu menjaga daya beli masyarakat sepanjang Ramadan hingga Idulfitri mendatang.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-EL)

Komentar

Loading...