1. Beranda
  2. Ekonomi

Asosiasi Pengguna Jasa Apresiasi Peningkatan Layanan dan Keselamatan Kerja BNCT

Oleh ,

Perwakilan ALFI/ILFA, ANGSUSPEL, dan ASDEKI saat bertemu manajemen BNCT dan menyampaikan apresiasi atas peningkatan layanan terminal di Belawan.

GIMIC.ID, BELAWAN – Tiga asosiasi pengguna jasa kepelabuhanan, yakni Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA), Asosiasi Pengusaha Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ANGSUSPEL), serta Asosiasi Depo Kontainer Indonesia (ASDEKI), menyampaikan apresiasi terhadap langkah perbaikan layanan dan penguatan aspek keselamatan kerja yang dilakukan PT Belawan New Container Terminal (BNCT).

Apresiasi tersebut disampaikan dalam pertemuan antara manajemen BNCT dengan para pengurus asosiasi yang berlangsung di Mr. Boey’s Cafe, Belawan.

Dalam dialog itu, para asosiasi menilai komitmen BNCT meningkatkan efisiensi layanan terminal sudah berada di jalur yang tepat serta sejalan dengan kebutuhan pelaku logistik dan transportasi. Upaya tersebut terlihat dari penguatan prosedur operasional, pembangunan budaya keselamatan kerja, hingga rencana penambahan berbagai peralatan utama.

BNCT diketahui merencanakan penambahan sejumlah alat seperti reach stacker untuk mempercepat proses bongkar muat peti kemas, fasilitas empty container handling guna meningkatkan efisiensi penanganan kontainer kosong, serta beberapa unit internal terminal vehicle (ITV) untuk memperlancar mobilitas di dalam area terminal. Langkah ini diharapkan mampu menekan waktu tunggu, mendongkrak produktivitas, sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman.

Ketua ALFI/ILFA, H. Surianto, menyampaikan bahwa di lapangan memang masih terdapat kendala operasional pada kondisi tertentu, misalnya saat sebagian alat memasuki masa perawatan rutin atau mengalami gangguan teknis ringan. Meski begitu, ia menilai manajemen terminal menunjukkan respons yang cukup baik.

“Dalam kondisi tertentu memang ada alat yang tidak dapat beroperasi karena pemeliharaan atau gangguan teknis. Namun kami melihat terminal berupaya melakukan mitigasi dengan menyiapkan alat cadangan sehingga layanan tetap berjalan,” ujar Surianto.

Ia menambahkan, peningkatan mutu layanan ke depan juga perlu diperkuat melalui aspek sumber daya manusia, khususnya dalam merespons kebutuhan pelanggan secara cepat.

“Masukan kami, petugas operasional tidak hanya fokus pada proses layanan, tetapi juga harus lebih proaktif menangani keluhan pengguna jasa di lapangan. Respons cepat dan komunikasi yang baik akan menjaga kepercayaan pelanggan,” katanya.

Senada, Ketua ANGSUSPEL, Ery Salim, memandang keandalan terminal memiliki kaitan langsung dengan kelancaran arus transportasi barang.

“Bagi kami, performa layanan terminal menentukan kelancaran angkutan. Komitmen BNCT dalam meningkatkan efisiensi dan kesiapan peralatan tentu patut diapresiasi karena memberi kepastian bagi pelaku usaha,” ujarnya.

Apresiasi juga datang dari Ketua ASDEKI Sumatera Utara, Surya Darma. Ia menilai kesiapan peralatan dan konsistensi penerapan standar keselamatan menjadi faktor penting bagi kegiatan depo kontainer.

“Upaya BNCT meningkatkan keandalan operasional melalui penambahan alat dan penguatan keselamatan kerja merupakan langkah tepat. Kami berharap perbaikan ini berkelanjutan agar koordinasi layanan antara terminal dan depo semakin efektif,” ucapnya.

Melalui dukungan dan masukan dari para pemangku kepentingan, BNCT diharapkan mampu menjalankan perbaikan berkelanjutan baik dari sisi infrastruktur, peralatan, keselamatan, maupun kualitas pelayanan. Dengan demikian, Pelabuhan Belawan dapat semakin efisien, andal, serta memiliki daya saing yang kuat di tingkat nasional.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id

(G-H2)

Baca Juga