OJK Perkuat Pengawasan Perbankan di Tengah Kompleksitas Digitalisasi dan Risiko Global
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae saat menghadiri forum pengawasan perbankan Asia Pasifik di Tianjin, Tiongkok.
GIMIC.ID, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat pengawasan sektor perbankan seiring meningkatnya kompleksitas aktivitas industri dan pesatnya digitalisasi layanan keuangan. Langkah ini diharapkan membuat industri perbankan nasional semakin tangguh menghadapi gejolak serta mampu berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian.
Hal tersebut disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, saat menjadi pembicara dalam The EMEAP-BCBS-FSI 20th Asia-Pacific High-level Meeting on Banking Supervision dan Senior Official Meeting East Asia Pacific Central Banks – Working Group on Banking Supervision yang digelar pada 27–29 Januari 2026 di Tianjin, Tiongkok.
Pertemuan tingkat tinggi tersebut membahas berbagai isu strategis sektor perbankan di kawasan Asia Pasifik, mulai dari prospek stabilitas keuangan dan emerging risks, regulasi dan daya saing perbankan, tantangan pengaturan aset kripto, dinamika pengawasan perbankan, hingga isu digital fraud.
“Regulasi sektor keuangan, khususnya perbankan, semakin kompleks seiring perkembangan industri. Karena itu, pengawasan yang efektif dengan kapabilitas yang kuat menjadi kebutuhan utama,” ujar Dian dalam sesi diskusi mengenai regulasi dan daya saing perbankan.
Menurut Dian, kompleksitas tersebut dipicu oleh beragamnya aktivitas perbankan, percepatan digitalisasi, evolusi modus penipuan dan pencucian uang, serta pembelajaran dari krisis perbankan global. Kondisi ini menegaskan pentingnya penguatan kerangka regulasi dan pengawasan berbasis prinsip kehati-hatian.
Pemanfaatan Teknologi Pengawasan
OJK, lanjut Dian, mendorong peningkatan kapabilitas pengawasan melalui pemanfaatan advanced supervisory technology (suptech) berbasis kecerdasan artifisial dan machine learning, serta penguatan kualitas sumber daya manusia. Di sisi lain, OJK tetap mendukung perbankan memperluas kegiatan usaha dan meningkatkan daya saing dengan tetap menjaga stabilitas sistem keuangan.
Seiring meningkatnya inklusi keuangan dan perubahan preferensi nasabah, OJK aktif mendorong transformasi digital perbankan melalui Cetak Biru Transformasi Digital Perbankan sebagai landasan strategis memperkuat ketahanan dan daya saing sektor perbankan. OJK juga memperkuat ketahanan digital melalui Pedoman Resiliensi Digital serta Pedoman Tata Kelola AI guna memitigasi risiko digital yang semakin kompleks.
Sorotan Risiko Aset Kripto
OJK turut memberi perhatian pada risiko digital fraud yang berkaitan dengan aset kripto. Meski memiliki potensi meningkatkan efisiensi sistem keuangan, aset kripto juga berisiko disalahgunakan, termasuk untuk mengaburkan dana ilegal.
“Kerja sama lintas jurisdiksi menjadi sangat penting, mengingat transaksi aset kripto bersifat lintas batas,” tegas Dian.
Keikutsertaan OJK dalam forum ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan untuk memperkuat kerja sama internasional, meningkatkan kualitas pengawasan perbankan, serta merespons secara proaktif berbagai tantangan dan risiko sektor keuangan global demi menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.
Forum The EMEAP-BCBS-FSI 20th Asia-Pacific High-level Meeting on Banking Supervision merupakan pertemuan tahunan yang diselenggarakan oleh Executives’ Meeting of East Asia-Pacific Central Banks Working Group on Banking Supervision (EMEAP WGBS), Basel Committee on Banking Supervision (BCBS), dan Financial Stability Institute (FSI). Pertemuan ini diikuti deputi gubernur bank sentral, kepala otoritas pengawasan perbankan, serta perwakilan otoritas dan industri perbankan di kawasan Asia Pasifik.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2)