1. Beranda
  2. Daerah
  3. Pendidikan
  4. Peristiwa

MAN 1 Tapteng Pulih Pascabanjir, KBM Kembali Normal Meski Pemulihan Fasilitas Masih Berlangsung

Oleh ,

Guru MAN 1 Tapanuli Tengah bersama warga bergotong royong membersihkan lumpur sisa banjir yang menutupi halaman dan fasilitas madrasah di Barus.

GIMIC.ID, BAGUS, TAPANULI TENGAH – Kegiatan belajar mengajar (KBM) di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Tapanuli Tengah (Tapteng), Kecamatan Barus, kini telah kembali berjalan normal setelah sempat lumpuh akibat banjir besar yang melanda kompleks madrasah pada 25 November 2026 lalu.

Kepala MAN 1 Tapteng, Elmaryanti Marbun, mengatakan proses pembelajaran sudah aktif sepenuhnya, meskipun upaya pemulihan sejumlah ruangan dan area madrasah masih terus dilakukan secara bertahap.

“KBM sudah berjalan normal. Namun, proses pemulihan sarana dan prasarana yang terdampak banjir masih terus kami lakukan,” ujarnya.

Banjir yang menerjang kawasan madrasah kala itu mencapai ketinggian hampir dua meter. Air bah membawa lumpur tebal, material tanah, hingga gelondongan kayu yang menggenangi seluruh area sekolah. Akibatnya, aktivitas pembelajaran sempat terhenti total.

Sebanyak 22 ruang kelas terdampak langsung. Selain itu, berbagai fasilitas penting juga terendam, seperti ruang Kepala Madrasah, ruang Kepala Tata Usaha, ruang bendahara, ruang staf tata usaha, ruang guru, laboratorium komputer, perpustakaan, hingga masjid madrasah.

“Beberapa pintu ruangan rusak, dan banyak meja serta kursi siswa tertimbun lumpur tebal,” jelas Elmaryanti.

Memasuki hari ketiga pascabanjir, sejumlah guru yang rumahnya tidak terdampak mulai datang ke madrasah untuk meninjau kondisi. Namun pembersihan belum bisa langsung dilakukan karena lumpur masih sangat tebal serta keterbatasan akses.

“Kendala utama saat itu adalah mobilisasi di wilayah Barus yang terbatas, terutama karena kelangkaan bahan bakar minyak. Ini menghambat penggunaan alat bantu pembersihan,” ungkapnya.

Baru memasuki dua minggu setelah banjir, kegiatan pembersihan mulai dilakukan secara gotong royong oleh para guru dengan dukungan masyarakat sekitar. Tujuh ruang kelas, termasuk ruang guru, menjadi prioritas awal. Pada tahap awal, siswa belum dilibatkan demi alasan keselamatan.

Pada 10 Desember 2026, beberapa ruang kelas mulai bisa digunakan untuk pembelajaran terbatas. Siswa kemudian dilibatkan dalam pembersihan ringan, seperti membersihkan meja dan kursi masing-masing menggunakan air dari sumur madrasah. Kegiatan pembersihan tetap berjalan meski memasuki masa libur semester.

Dukungan juga datang dari Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah dan Pemerintah Kecamatan Barus yang menurunkan alat berat berupa ekskavator untuk membersihkan halaman madrasah. Pembersihan dilakukan bersama aparat kecamatan dan tenaga PPPK selama sekitar satu minggu, meski sempat terhenti karena kerusakan alat.

“KBM kembali aktif pada 5 Januari 2026 dengan sistem pembelajaran bergantian pagi dan siang. Sejak 12 Januari 2026 hingga sekarang, pembelajaran sudah normal. Tinggal satu ruang kelas di bagian belakang yang masih dibersihkan secara manual,” kata Elmaryanti.

MAN 1 Tapteng juga menerima bantuan dari Kementerian PUPR melalui Program Penanggulangan Hasil Tindak Cepat (PHTC) yang disalurkan lewat Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara.

Selain itu, Kementerian Agama RI melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam menyalurkan bantuan berupa tenda, genset, alat kebersihan, papan tulis, serta 90 set meja dan kursi siswa.

“Dengan dukungan berbagai pihak, kami optimis MAN 1 Tapanuli Tengah bisa pulih sepenuhnya dan terus memberikan layanan pendidikan secara optimal bagi para siswa,” pungkasnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2)

Baca Juga