1. Beranda
  2. Ekonomi

BULOG Mulai Serap Gabah Petani Sumut, Target 62.718 Ton GKP Tahun 2026

Oleh ,

Pemimpin Wilayah BULOG Sumatera Utara Budi Cahyanto (tengah) meninjau langsung kegiatan serap gabah petani (Sergap) di lahan persawahan Kabupaten Langkat, didampingi Babinsa setempat saat masa panen berlangsung.

GIMIC.ID, MEDAN – Perum BULOG menegaskan telah memulai penyerapan hasil panen petani berupa Gabah Kering Panen (GKP) tahun 2026. Langkah ini merupakan bagian dari penugasan Pemerintah dalam menjaga stabilitas harga gabah serta memastikan hasil panen petani terserap optimal.

Pemerintah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) GKP sebesar Rp6.500 per kilogram di tingkat petani dan maksimal Rp6.700 per kilogram di tingkat penggilingan. Sumatera Utara sebagai salah satu sentra produksi padi nasional diharapkan berkontribusi besar melalui penyerapan oleh Perum BULOG Kantor Wilayah Sumatera Utara.

Pemimpin Wilayah BULOG Sumut, Budi Cahyanto, mengatakan sejumlah daerah di Sumatera Utara telah memasuki masa panen, dengan puncak panen diperkirakan berlangsung pada periode Maret hingga Mei 2026. Meski stok beras BULOG dalam kondisi aman, penyerapan gabah dan beras petani tetap menjadi prioritas.

“Walaupun stok BULOG mencukupi, penyerapan gabah dan beras produksi petani tetap dilakukan sesuai Harga Pembelian Pemerintah,” ujar Budi.

Pada tahun 2026, BULOG Kanwil Sumut menetapkan target penyerapan 62.718 ton Gabah Kering Panen. Untuk mendukung hal tersebut, kesiapan gudang dan sarana pendukung telah dipastikan.

“Kami telah melakukan penyerapan hasil panen petani di wilayah Sumatera Utara sesuai ketentuan yang berlaku. Kesiapan gudang dan sarana pendukung sudah kami siapkan,” jelasnya.

Salah satu kegiatan Serap Gabah Petani (Sergap) dilakukan di Desa Sambirejo dan Sendangrejo, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat. Dalam kegiatan tersebut, BULOG membeli 20 ton GKP hasil panen dari lahan seluas 3,5 hektare.

Hadir dalam kegiatan itu antara lain Babinsa Desa Sambirejo Serka Hendra Hartono dan Ketua Kelompok Tani Sambirejo, Joko Pranoto.

“Kami membeli sesuai HPP Rp6.500/kg di tingkat petani. Gabah sudah dikemas dalam karung dan siap diangkut ke penggilingan terdekat. Jika pembelian dilakukan di penggilingan, ada tambahan biaya angkut maksimal Rp200/kg,” terang Budi.

Gabah yang dibeli dari petani akan dimanfaatkan untuk berbagai program pemerintah, seperti Bantuan Pangan, Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta bantuan beras saat terjadi bencana alam.

Budi juga mengimbau petani agar memanen padi tepat waktu sesuai umur tanam. Hal ini dibenarkan oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Sambirejo, Tyasningsih, yang menyebut padi yang dipanen telah berusia lebih dari 100 hari.

“Iya, usia padi sudah cukup untuk dipanen,” kata Tyas.

“Jadi saya mengimbau kepada para petani agar memanen padi jika sudah tiba waktunya, sehingga kualitas tetap terjaga dan dapat diserap sesuai ketentuan,” tutup Budi.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2)

Baca Juga