RS Apung Laksamana Malahayati Layani Kesehatan Korban Bencana di Sibolga hingga 24 Januari 2026

Tenaga medis RS Apung Laksamana Malahayati memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis kepada warga terdampak bencana saat kapal sandar di Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga, Tapanuli Tengah.

GIMIC.ID, SIBOLGA — Kapal Rumah Sakit (RS) Apung Laksamana Malahayati milik PDI Perjuangan resmi sandar di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sibolga, kawasan Pondokbatu, Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatra Utara. Kehadiran rumah sakit apung ini ditujukan untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat dan korban bencana di wilayah tersebut.

Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kesehatan, Ribka Tjiptaning, menjelaskan bahwa RS Apung Laksamana Malahayati dijadwalkan berada di PPN Sibolga mulai 21 hingga 24 Januari 2026.

“Selama periode ini, masyarakat maupun para korban bencana dipersilakan datang untuk mendapatkan layanan kesehatan gratis di RS Apung Laksamana Malahayati,” ujar Ribka kepada wartawan, Rabu (21/1/2026).

Ribka menegaskan, RS Apung Laksamana Malahayati yang didirikan oleh partai berlambang banteng moncong putih tersebut mengemban misi kemanusiaan untuk memperluas akses pelayanan kesehatan bagi rakyat Indonesia, khususnya di kawasan pesisir dan pulau-pulau terpencil.

“Ini adalah bagian dari komitmen PDI Perjuangan untuk hadir langsung di tengah masyarakat, terutama saat mereka menghadapi situasi sulit akibat bencana,” katanya.

Selain pelayanan kesehatan, Ribka mengungkapkan bahwa pada 23 Januari 2026, PDI Perjuangan juga akan memperingati hari ulang tahun ke-79 Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, bersama para pengungsi bencana.

“Kami akan merayakannya bersama para pengungsi. Ini sesuai dengan perintah Ibu Megawati,” ucap Ribka.

Pada hari yang sama, PDI Perjuangan juga akan menggelar perayaan Natal nasional bersama para pengungsi terdampak bencana di Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah.

“Perintah Ibu Megawati jelas, perayaan Natal tidak dilakukan di hotel atau gedung mewah, tetapi bersama saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah,” tegasnya.

Tak hanya fokus pada layanan medis, PDI Perjuangan juga melaksanakan berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan lainnya, mulai dari trauma healing untuk pemulihan psikologis korban bencana, bedah rumah warga terdampak, hingga penyerahan bantuan pembangunan rumah ibadah seperti masjid dan gereja.

Selain itu, PDI Perjuangan juga menyalurkan seragam sekolah dan seragam guru, bantuan sembako, serta bingkisan Natal kepada masyarakat di lokasi terdampak bencana.

Sementara itu, Ketua Panitia Kegiatan, Marinus Gea, mengaku terkesan dengan antusiasme masyarakat yang memanfaatkan layanan kesehatan di RS Apung Laksamana Malahayati.

“Antusias masyarakat sangat tinggi. Ini membuktikan bahwa pelayanan kesehatan seperti ini memang sangat dibutuhkan,” ujar Marinus.

Marinus menjelaskan, RS Apung Laksamana Malahayati telah menjangkau berbagai wilayah kepulauan di Indonesia. Sebelum tiba di Sibolga, rumah sakit apung ini juga telah memberikan layanan kesehatan bagi korban bencana di Aceh pada 25 November 2025.

“Kapal RS Apung ini dilengkapi tenaga medis profesional dan peralatan kesehatan yang memadai, termasuk untuk layanan operasi,” jelasnya.

Ia menambahkan, jika ditemukan kasus penyakit yang tidak dapat ditangani di RS Apung, pasien akan segera dirujuk ke rumah sakit terdekat.

“Dokter tersedia lengkap. Bila ada kasus yang memerlukan penanganan lanjutan, langsung dirujuk agar pasien mendapatkan layanan terbaik,” pungkas Marinus.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-RSD)

Komentar

Loading...