Pertamina Patra Niaga dan BPH Migas Pastikan Keandalan Suplai BBM di Pulau Nias, Stok Pertalite Tahan 14 Hari

EGM Pertamina Patra Niaga Sumbagut Sunardi bersama Kepala BPH Migas Wahyudi Anas meninjau Fuel Terminal Gunungsitoli untuk memastikan keandalan suplai BBM di Kepulauan Nias.

GIMIC.ID, GUNUNGSITOLI – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) memastikan keandalan pasokan energi di Pulau Nias, Sumatera Utara, dengan meninjau langsung operasional Fuel Terminal (FT) Gunungsitoli. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kelancaran distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah kepulauan dan daerah terluar.

Executive General Manager (EGM) Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Sunardi, bersama Kepala BPH Migas Wahyudi Anas dan Anggota Komite BPH Migas Bambang Hermanto, melakukan inspeksi ke FT Gunungsitoli pada Kamis (15/1/2026).

“Kami memastikan distribusi BBM berjalan lancar dan stok dalam kondisi aman. Ketahanan stok Pertalite mencapai 14 hari dan Biosolar 8 hari. Ini belum termasuk stok yang masih berada di kapal tanker,” ujar Sunardi.

Per 15 Januari 2026, stok Pertalite di FT Gunungsitoli tercatat 1.950 kiloliter (KL) dan Biosolar 1.947 KL. Untuk memperkuat ketahanan suplai, Pertamina telah menjadwalkan penambahan pasokan pada 19 Januari 2026 sebesar 1.000 KL Pertalite dan 1.800 KL Biosolar.

FT Gunungsitoli merupakan objek vital nasional dan menjadi satu-satunya fasilitas penerimaan BBM di Kepulauan Nias. Terminal ini dilengkapi dengan tangki timbun, jetty, pompa, serta sistem distribusi terintegrasi yang seluruhnya telah memenuhi standar Health, Safety, Security and Environment (HSSE). BBM diterima melalui jalur laut, disimpan di tangki timbun, kemudian didistribusikan ke SPBU menggunakan mobil tangki secara terukur.

“Saya mengapresiasi FT Gunungsitoli yang telah bekerja maksimal menjaga keandalan dan keberlanjutan suplai energi bagi masyarakat Pulau Nias,” tambah Sunardi.

Sementara itu, Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menegaskan bahwa penyaluran BBM subsidi untuk nelayan, layanan umum, UMKM, dan sektor lainnya telah mengacu pada regulasi pemerintah sesuai Peraturan BPH Migas Nomor 1 Tahun 2024.

“FT Gunungsitoli sangat strategis sebagai penopang utama penyediaan energi di Kepulauan Nias. Terus perkuat sarana, tingkatkan pengawasan, pelayanan, serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku,” tegas Wahyudi.

Usai peninjauan, Pertamina Patra Niaga dan BPH Migas menggelar rapat koordinasi bersama Wakil Bupati Nias Utara Yusman Zega dan perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI untuk membahas pemenuhan kebutuhan BBM bagi nelayan, sebagai upaya mendukung keberlanjutan ekonomi lokal dan kesejahteraan masyarakat pesisir.

“Rapat koordinasi ini bertujuan mendorong sinergi dan kolaborasi dalam peningkatan pemenuhan kebutuhan BBM, khususnya bagi nelayan di Nias Utara,” ujar Yusman.

Selain itu, rombongan juga meninjau lokasi rencana pembangunan SPBU di Desa Siofa Banua, Kecamatan Tuhemberua, Kabupaten Nias Utara. Kehadiran SPBU baru ini diharapkan mampu memperluas akses energi, memperlancar distribusi BBM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya untuk terus memastikan ketersediaan energi yang berkelanjutan, andal, dan terjangkau hingga ke wilayah kepulauan dan terluar, sebagai bagian dari dukungan terhadap aktivitas masyarakat serta penguatan ekonomi daerah.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2)

Komentar

Loading...