1. Beranda
  2. BUMN
  3. Ekonomi
  4. Energi

Pertamina Patra Niaga Sumbagut Tutup Satgas Nataru 2025/2026, Pasokan Energi Dipastikan Aman dan Andal

Oleh ,

Sejumlah mobil tangki BBM dan LPG bersiap didistribusikan melalui jalur penyeberangan laut sebagai bagian dari pengamanan pasokan energi Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut selama Satgas Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

GIMIC.ID, MEDAN — Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) secara resmi menutup pelaksanaan Satuan Tugas (Satgas) Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) yang telah berlangsung sejak 13 November 2025 hingga 11 Januari 2026. Penutupan Satgas ini menjadi momentum evaluasi pengamanan pasokan energi di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode libur akhir tahun.

Selama pelaksanaan Satgas, penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di wilayah Sumbagut secara umum berjalan aman, lancar, dan terkendali. Secara regional, realisasi penyaluran BBM jenis Gasoline tercatat meningkat sekitar 1,1 persen dibandingkan rerata normal. Sementara itu, penyaluran Avtur mengalami peningkatan signifikan hingga 17 persen, seiring meningkatnya aktivitas transportasi darat dan udara selama masa liburan.

Dari sisi ketahanan stok, hingga pertengahan Januari 2026, kondisi BBM dan LPG di wilayah Sumbagut berada dalam status aman dengan coverage days berkisar antara 6,2 hingga 36 hari, tergantung pada jenis produk dan wilayah distribusi.

Evaluasi selama Satgas menunjukkan adanya dinamika konsumsi energi yang bervariasi di setiap provinsi. Provinsi Riau mencatat peningkatan konsumsi Gasoline paling menonjol di wilayah Sumbagut, yakni sekitar 5,8 persen, sejalan dengan tingginya mobilitas masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru. Konsumsi LPG di provinsi ini juga meningkat sekitar 1,9 persen.

Di Provinsi Sumatera Utara, konsumsi Gasoline tercatat meningkat sekitar 1,2 persen, disertai kenaikan konsumsi LPG sekitar 2,2 persen. Angka tersebut menjadi peningkatan konsumsi LPG tertinggi di wilayah Sumbagut, yang mencerminkan tingginya aktivitas rumah tangga serta pergerakan masyarakat selama periode libur panjang.

Sementara itu, di Provinsi Kepulauan Riau, konsumsi Gasoline menunjukkan pertumbuhan sekitar 2,0 persen dengan distribusi LPG yang relatif stabil dan terkendali. Kondisi ini didukung oleh penguatan sistem distribusi energi, khususnya di wilayah kepulauan.

Untuk Provinsi Sumatera Barat, distribusi BBM dan LPG selama pelaksanaan Satgas Nataru 2025/2026 tetap berjalan stabil dan terkendali. Berdasarkan hasil evaluasi, konsumsi Gasoline meningkat sekitar 0,2 persen, sementara konsumsi LPG naik sekitar 1,2 persen dibandingkan rerata normal. Pertamina Patra Niaga Sumbagut juga memastikan kelancaran distribusi energi di wilayah ini meskipun menghadapi tantangan kebencanaan di sejumlah daerah, melalui penguatan pengawasan serta koordinasi intensif dengan para pemangku kepentingan setempat.

Adapun di Provinsi Aceh, konsumsi energi menunjukkan dinamika yang lebih terkendali. Konsumsi Gasoline relatif stabil, sedangkan konsumsi LPG tercatat menurun sekitar 7,6 persen. Penurunan tersebut sejalan dengan kondisi kebencanaan di beberapa wilayah serta kebijakan pengendalian distribusi di daerah terdampak. Meski demikian, Pertamina memastikan pasokan energi bagi masyarakat tetap terjaga sehingga layanan publik dapat terus berjalan dengan baik.

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Sunardi, menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh pemangku kepentingan yang terlibat selama pelaksanaan Satgas.

“Berakhirnya Satgas Natal dan Tahun Baru 2025/2026 merupakan hasil sinergi yang solid antara Pertamina, pemerintah daerah, aparat, serta seluruh mitra kerja. Meskipun dinamika konsumsi di tiap provinsi berbeda, secara keseluruhan pasokan BBM dan LPG di wilayah Sumbagut dapat kami jaga tetap aman dan andal,” ujar Sunardi.

Sementara itu, Group Head Operation Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Basuki Santoso, menegaskan bahwa penutupan Satgas tidak mengurangi intensitas pengawasan distribusi energi di lapangan.

“Pasca penutupan Satgas, pengawasan distribusi tetap kami lanjutkan dalam pola operasi normal. Evaluasi selama Satgas menjadi bekal penting untuk menjaga keandalan penyaluran BBM dan LPG, termasuk dalam menghadapi dinamika konsumsi dan kondisi cuaca ke depan,” jelas Basuki.

Dengan berakhirnya Satgas Nataru 2025/2026, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keandalan pasokan energi dan kualitas layanan, serta memastikan BBM dan LPG tetap tersedia bagi masyarakat di seluruh wilayah Sumatera Bagian Utara.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2)

Baca Juga