Madrasah Al-Yahdi Medan Salurkan Donasi untuk Jaga Literasi Al-Qur’an Anak Penyintas Bencana di Aceh Tamiang
Penyerahan bantuan donasi dari Madrasah Al-Yahdi Medan kepada penyintas bencana di Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, guna mendukung keberlangsungan literasi Al-Qur’an anak-anak melalui Sekolah Rakyat setempat.
GIMIC.ID, MEDAN – Kepedulian terhadap keberlangsungan pendidikan agama bagi anak-anak penyintas bencana ditunjukkan oleh Madrasah Al-Yahdi Medan. Madrasah yang berlokasi di Jalan Kelambir V, Kecamatan Medan Helvetia ini menyalurkan bantuan dana untuk mendukung literasi Al-Qur’an anak-anak di Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang.
Bantuan tersebut merupakan wujud solidaritas kemanusiaan sekaligus tanggung jawab moral antar sesama Muslim, khususnya dalam memastikan pendidikan Al-Qur’an tetap berjalan di wilayah terdampak bencana.
Pimpinan Madrasah Al-Yahdi Medan, Bunda Dra. Supiana, S.Pd.I, menegaskan bahwa aksi sosial ini lahir dari kepedulian bersama seluruh keluarga besar madrasah, mulai dari para guru hingga para santri.
“Ini adalah bentuk empati dan kepedulian kami agar anak-anak penyintas bencana tetap memiliki akses belajar Al-Qur’an. Pendidikan agama tidak boleh terhenti dalam kondisi apa pun,” ujarnya.
Penghimpunan dan penyaluran donasi dilakukan dalam dua tahap dan dikoordinasikan langsung oleh Ust. Ahmad Fajar Bahri Harahap, M.Sos. Menariknya, donasi tidak hanya berasal dari para guru dan donatur tetap, tetapi juga dari celengan para santri cilik Madrasah Al-Yahdi.
Adapun rincian penghimpunan dana sebagai berikut:
- Tahap I (24–27 Desember 2025): Terkumpul dana sebesar Rp2.400.000 dari donatur tetap dan jajaran guru.
- Tahap II (5–9 Januari 2026): Terkumpul dana sebesar Rp2.000.000, yang sepenuhnya berasal dari sumbangan anak-anak mengaji di Madrasah Al-Yahdi.
Ust. Ahmad Fajar Bahri menyampaikan bahwa partisipasi santri cilik ini menjadi nilai edukatif tersendiri, karena sejak dini mereka diajarkan tentang empati, kepedulian sosial, dan pentingnya berbagi.
Menurut Ust. Ahmad, fokus utama bantuan tersebut adalah menjaga agar aktivitas mengaji anak-anak di Desa Sekumur tidak terhenti, meskipun fasilitas belajar mereka terdampak bencana.
“Kami ingin anak-anak di sana tetap dekat dengan Al-Qur’an dan terus belajar mengaji, meski berada dalam kondisi yang sangat terbatas. Ini sejalan dengan sabda Rasulullah SAW tentang keutamaan belajar dan mengajarkan Al-Qur’an,” jelasnya.
Seluruh dana donasi diserahkan melalui Agum, pendiri Sekolah Rakyat Desa Sekumur, yang menjadi pusat kegiatan belajar bagi anak-anak penyintas bencana. Bantuan tersebut dialokasikan sepenuhnya untuk menunjang operasional Sekolah Rakyat yang telah berjalan selama satu bulan dan direncanakan berlanjut hingga enam bulan ke depan.
“Terima kasih atas kepedulian dan bantuan dari Madrasah Al-Yahdi Medan. Insya Allah bantuan ini sangat bermanfaat bagi keberlangsungan Sekolah Rakyat dan anak-anak penyintas di Desa Sekumur,” ungkap Agum.
Sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas, seluruh rangkaian kegiatan sosial ini turut didokumentasikan dan dipublikasikan melalui akun Instagram resmi @al_yahdi_medan, sehingga dapat diketahui oleh para donatur dan masyarakat luas.
Aksi kemanusiaan Madrasah Al-Yahdi Medan ini diharapkan dapat menginspirasi lembaga pendidikan lainnya untuk terus menebar kepedulian dan menjaga cahaya Al-Qur’an tetap menyala, bahkan di tengah situasi bencana.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2)

Komentar