OJK Sumut: Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga Hingga Akhir 2025
Gedung Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara di Medan, pusat koordinasi pengawasan dan penguatan sektor jasa keuangan daerah.
GIMIC.ID, MEDAN – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara menilai stabilitas sektor jasa keuangan di wilayah Sumatera Utara tetap terjaga hingga Desember 2025. Kinerja industri jasa keuangan dinilai terus berkontribusi positif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, meskipun di tengah dinamika dan ketidakpastian ekonomi global.
Secara global, perekonomian dunia menunjukkan tren moderasi dengan perbaikan di sejumlah negara utama. Aktivitas manufaktur global masih berada di zona ekspansi, meski laju pertumbuhannya melambat seiring menurunnya kepercayaan konsumen. Pertumbuhan ekonomi global diproyeksikan lebih rendah dibandingkan rata-rata pertumbuhan sebelum pandemi.
Perekonomian Amerika Serikat tercatat tumbuh 4,3 persen secara tahunan (seasonally adjusted annual rate/saar), lebih tinggi dari kuartal sebelumnya, didukung moderasi pasar tenaga kerja dan penurunan inflasi pada November 2025. Sementara itu, perlambatan ekonomi Tiongkok masih berlanjut, dengan konsumsi rumah tangga yang tertahan serta sektor manufaktur kembali memasuki zona kontraksi akibat tekanan di sektor properti.
Kondisi tersebut mendorong sejumlah bank sentral global menerapkan kebijakan moneter akomodatif. The Federal Reserve dan Bank of England memangkas suku bunga acuan masing-masing sebesar 25 basis poin. Sebaliknya, Bank of Japan justru menaikkan suku bunga ke level tertinggi dalam tiga dekade terakhir. Di awal 2026, pelaku pasar juga masih mencermati dinamika geopolitik, termasuk perkembangan di Venezuela yang berpotensi memengaruhi stabilitas pasar keuangan global.
Di dalam negeri, pada Desember 2025 inflasi inti tercatat meningkat. Meski demikian, sektor manufaktur nasional masih berada di zona ekspansi dan kinerja eksternal tetap terjaga dengan neraca perdagangan yang mencatatkan surplus.
Sementara itu, perekonomian Sumatera Utara sepanjang 2025 bergerak relatif stabil. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Sumatera Utara pada Triwulan III-2025 tumbuh 4,55 persen (year on year). Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, serta perdagangan besar dan eceran serta real estate.
Dari sisi pengeluaran, ekspor barang dan jasa masih menjadi motor utama pertumbuhan, sejalan dengan permintaan yang solid terhadap komoditas unggulan Sumatera Utara, khususnya kelompok lemak dan minyak hewan/nabati serta produk kimia. Struktur pertumbuhan ini menunjukkan perekonomian daerah masih bertumpu pada sektor berbasis sumber daya alam dan perdagangan, dengan dukungan logistik dan transportasi yang terus membaik.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2)

Komentar