Kinerja Perbankan dan Pasar Keuangan Sumut Positif, OJK Perkuat Pelindungan Konsumen dan Kebijakan Pemulihan Bencana
Aktivitas layanan dan edukasi keuangan oleh OJK Sumatera Utara dalam rangka memperkuat literasi dan pelindungan konsumen.
GIMIC.ID, MEDAN – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara mencatat kinerja perbankan, pasar modal, serta sektor lembaga jasa keuangan lainnya di Sumatera Utara tetap solid hingga akhir 2025, meskipun menghadapi tekanan inflasi dan tantangan global.
Di sektor perbankan, hingga November 2025 penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp338,4 triliun atau tumbuh 3,40 persen secara tahunan. Penyaluran kredit tercatat sebesar Rp313,1 triliun, tumbuh 7,38 persen (year on year). Kredit didominasi oleh kredit modal kerja dengan porsi 43,61 persen, disusul kredit konsumsi 29,84 persen, dan kredit investasi 26,55 persen yang tumbuh signifikan hingga 20,04 persen.
Profil risiko perbankan tetap terjaga dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) sebesar 1,91 persen dan Loan at Risk (LaR) sebesar 5,50 persen. Sementara itu, sektor Bank Perekonomian Rakyat (BPR) juga menunjukkan pertumbuhan, dengan total aset mencapai Rp3,1 triliun atau tumbuh 8,92 persen dan penyaluran kredit Rp2,3 triliun.
Di pasar modal, jumlah investor di Sumatera Utara hingga Oktober 2025 mencapai 806,5 ribu Single Investor Identification (SID), meningkat 32,52 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Instrumen reksa dana menjadi pilihan utama masyarakat, disusul saham dan Surat Berharga Negara. Nilai transaksi saham oleh investor Sumatera Utara melonjak hampir tiga kali lipat, dengan nilai penjualan mencapai Rp16,5 triliun dan pembelian Rp16,8 triliun.
Sementara itu, sektor perasuransian masih berada dalam fase penyesuaian. Asuransi jiwa mencatat premi Rp9,40 triliun atau terkontraksi 0,98 persen, sementara klaim turun lebih dalam sebesar 10,01 persen menjadi Rp6,76 triliun. Pada asuransi umum, premi tercatat Rp2,13 triliun dan klaim Rp1,11 triliun, keduanya mengalami penurunan. Berbeda dengan asuransi, investasi dana pensiun justru tumbuh 7,65 persen menjadi Rp1,3 triliun, mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap perencanaan keuangan jangka panjang.
Di sektor lembaga pembiayaan, piutang perusahaan pembiayaan tercatat Rp23,3 triliun, industri pergadaian swasta tumbuh signifikan hingga 51,87 persen, sementara pinjaman daring (pindar) dan modal ventura juga menunjukkan pertumbuhan kuat dengan tingkat risiko yang masih terjaga.
Dalam aspek pelindungan konsumen, sepanjang Januari hingga Desember 2025, OJK Sumatera Utara telah menindaklanjuti 2.195 pengaduan masyarakat, yang mayoritas terkait perilaku penagihan, klaim asuransi, SLIK, dan pemblokiran layanan. OJK juga aktif meningkatkan literasi dan inklusi keuangan melalui 1.288 kegiatan edukasi di berbagai daerah.
Sebagai bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan, OJK bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan turut mengembangkan Program Skema Pengembangan Perkebunan Jagung Rakyat Tangguh (SEJAGAT), dengan penyaluran kredit Rp1,1 miliar kepada petani jagung di Kabupaten Langkat.
Selain itu, OJK menetapkan kebijakan perlakuan khusus bagi debitur terdampak bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kebijakan yang berlaku hingga tiga tahun tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi daerah.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2)