DPD BM PAN Medan Sayangkan Hasil Musda KNPI XV, Dinilai Tidak Inklusif

DPD BM PAN Kota Medan menyampaikan sikap kritis terhadap hasil Musda KNPI XV yang dinilai belum mencerminkan semangat inklusivitas OKP.

GIMIC.ID, MEDAN — Dewan Pimpinan Daerah Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (DPD BM PAN) Kota Medan menyayangkan hasil pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) KNPI XV Kota Medan yang digelar pada Jumat, 9 Januari 2026, di Hotel Le Polonia, Medan.

Musda yang seharusnya menjadi ajang konsolidasi serta wadah pemersatu seluruh Organisasi Kepemudaan (OKP) di Kota Medan dinilai justru menampilkan wajah eksklusivitas yang mencederai semangat kebersamaan. Hal tersebut tercermin dari penetapan Ketua dan Formatur terpilih yang dianggap tidak merepresentasikan keberagaman OKP yang ada di Kota Medan.

DPD BM PAN Kota Medan menilai proses dan hasil Musda KNPI XV tidak mengakomodasi keterwakilan organisasi kepemudaan secara luas. Sebaliknya, struktur kepemimpinan yang terbentuk dinilai didominasi oleh kelompok dan individu yang berada dalam satu lingkaran dengan pihak penyelenggara serta pendukungnya.

Padahal, sejak awal pelaksanaan Musda KNPI XV kerap digaungkan sebagai forum pemersatu gagasan, pandangan, dan kekuatan seluruh OKP di Kota Medan. Namun dalam praktiknya, semangat inklusivitas tersebut dinilai hanya menjadi jargon tanpa tercermin dalam keputusan strategis organisasi.

“Kami melihat Musda ini berjalan dengan klaim persatuan, tetapi praktik di lapangan justru mempertontonkan penguasaan oleh kelompok tertentu. Hal ini tentu mencederai nilai demokrasi dan kebersamaan dalam tubuh KNPI,” tegas pernyataan DPD BM PAN Kota Medan.

DPD BM PAN Kota Medan menegaskan bahwa Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) sejatinya merupakan rumah besar bagi seluruh pemuda lintas organisasi, bukan milik segelintir kelompok atau organisasi tertentu. Jika pola eksklusivitas seperti ini terus dipertahankan, maka tujuan besar membangun persatuan pemuda di Kota Medan dikhawatirkan hanya akan menjadi slogan tanpa makna.

“Jika kondisi seperti ini terus dibiarkan, kapan kita benar-benar bisa bersatu antar OKP di Kota Medan?” lanjut pernyataan tersebut.

Atas dasar itu, DPD BM PAN Kota Medan mendesak agar ke depan KNPI Kota Medan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme Musda, membuka ruang dialog yang jujur dan setara, serta menjadikan prinsip inklusivitas sebagai landasan utama dalam setiap pengambilan keputusan. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga marwah organisasi serta memulihkan kepercayaan pemuda Kota Medan terhadap KNPI sebagai wadah pemersatu.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-RS)

Komentar

Loading...