1. Beranda
  2. Ekonomi
  3. Keuangan
  4. Nasional

OJK: Stabilitas Sistem Keuangan Indonesia Tetap Terjaga di Tengah Gejolak Global

Oleh ,

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar menyampaikan keterangan pers terkait asesmen sektor jasa keuangan dan kebijakan OJK hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDK) Desember 2025 di Jakarta, Jumat (9/1/2026).

GIMIC.ID, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai stabilitas sistem keuangan Indonesia tetap solid meskipun perekonomian global masih menunjukkan dinamika yang tidak menentu. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dalam konferensi pers Asesmen Sektor Jasa Keuangan dan Kebijakan OJK hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Desember 2025, Jumat (9/1/2026).

Menurut Mahendra, berdasarkan data yang dirilis OJK, perekonomian global secara keseluruhan menunjukkan tanda perbaikan meskipun pertumbuhan sejumlah negara besar masih berada di bawah ekspektasi. Aktivitas manufaktur global tercatat tetap berada di zona ekspansi, namun dengan laju pertumbuhan yang melandai.

“Secara umum, meski tantangan eksternal masih ada, sistem jasa keuangan nasional tetap terjaga dengan baik,” ujar Mahendra.

OJK mencatat lembaga-lembaga internasional memperkirakan pertumbuhan ekonomi global pada 2026 akan melandai dan berada di bawah rata-rata pertumbuhan sebelum pandemi, seiring dengan peningkatan risiko fiskal di beberapa negara utama.

Di Amerika Serikat, pertumbuhan ekonomi menunjukkan kinerja relatif kuat dengan Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal III 2025 tumbuh 4,3 persen, lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya dan melampaui ekspektasi pasar. Namun, pasar tenaga kerja mulai menunjukkan moderasi dan inflasi tercatat turun, dengan inflasi inti mencapai sekitar 2,6 persen pada November 2025.

Sementara itu, ekonomi Tiongkok masih menunjukkan perlambatan di sisi konsumsi rumah tangga, dan sektor manufaktur kembali masuk ke zona kontraksi. Kondisi ini memberikan tekanan lanjutan pada pemulihan ekonomi negara tersebut.

Respons terhadap kondisi global yang beragam terlihat dari berbeda arah kebijakan moneter bank-bank sentral besar. Federal Reserve (AS) dan Bank of England memangkas suku bunga acuan pada Desember 2025 untuk menopang pertumbuhan, sementara Bank of Japan justru menaikkan suku bunga hingga level tertinggi dalam beberapa dekade terakhir karena tekanan inflasi domestik yang masih persisten.

Perbedaan kebijakan moneter global itu turut memengaruhi dinamika pasar keuangan. Bursa saham global umumnya menguat merespons pemangkasan suku bunga acuan di AS, namun kekhawatiran terhadap potensi bubble di sektor teknologi masih menghantui pasar. Kenaikan suku bunga di Jepang juga memberi tekanan pada pasar obligasi pemerintah global.

Di awal 2026, pelaku pasar maupun regulator pun mencermati perkembangan geopolitik di Venezuela, di mana berbagai potensi risiko diperkirakan bisa berdampak pada stabilitas politik dan pasar keuangan global.

Di dalam negeri, OJK mencatat sejumlah indikator ekonomi makro tetap menunjukkan tren yang solid. Inflasi inti nasional meningkat pada Desember 2025, namun masih dalam rentang yang terkendali. Sektor manufaktur juga masih berada dalam fase ekspansi, sementara kinerja eksternal Indonesia tetap kuat dengan neraca perdagangan mencatatkan surplus.

“Dengan kondisi makro yang tetap sehat, sektor jasa keuangan nasional tetap resilient menghadapi tekanan eksternal dan mendukung pertumbuhan ekonomi domestik,” tambah Mahendra.

Meski stabilitas saat ini terjaga, OJK tetap waspada terhadap tantangan yang ada, termasuk volatilitas ekonomi global, ketegangan geopolitik, serta risiko sistemik yang mungkin muncul dari pasar keuangan domestik maupun internasional.

OJK juga terus memperkuat berbagai kebijakan inklusif untuk mendukung ketahanan sektor jasa keuangan, termasuk penguatan pasar modal, perlindungan investor, serta koordinasi kebijakan dengan Bank Indonesia dan lembaga lain dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2)

Baca Juga