KAI Divre I Sumut Angkut 683.957 Ton Logistik Sepanjang 2025, BBM Tumbuh 13 Persen
Petugas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre I Sumatera Utara berdiri di depan rangkaian kereta api pengangkut BBM milik Pertamina di stasiun wilayah Sumut. Sepanjang 2025, KAI Divre I Sumut mencatat angkutan BBM mencapai 327.904 ton sebagai bagian dari total 683.957 ton logistik yang didistribusikan melalui jalur kereta api.
GIMIC.ID, MEDAN — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara (KAI Divre I Sumut) mencatatkan kinerja positif dalam sektor angkutan barang sepanjang tahun 2025. Hingga akhir tahun, KAI Divre I Sumut berhasil mendistribusikan sebanyak 683.957 ton berbagai komoditas unggulan melalui moda transportasi kereta api.
Komoditas yang diangkut meliputi Bahan Bakar Minyak (BBM), Crude Palm Oil (CPO), lateks, barang hantaran penumpang (BHP), peti kemas, serta sejumlah komoditas logistik lainnya yang menopang sektor industri dan perekonomian regional.
Plt. Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan capaian tersebut menunjukkan peran strategis kereta api dalam sistem distribusi nasional, khususnya dalam mengurangi beban infrastruktur jalan raya.
“Pengalihan angkutan berat ke kereta api secara signifikan mampu menjaga umur pakai jalan raya karena beban muatan tidak lagi bertumpu pada jalur darat. Dengan berkurangnya kendaraan berat, potensi kerusakan jalan dapat ditekan sehingga turut membantu pemerintah dalam efisiensi anggaran perbaikan jalan nasional,” ujar Anwar.
Sektor energi menjadi penyumbang terbesar dalam kinerja logistik KAI Divre I Sumut tahun ini. Sepanjang 2025, volume angkutan BBM mencapai 327.904 ton, atau tumbuh 13 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencatatkan 290.596 ton.
Menurut Anwar, angkutan BBM menggunakan kereta api memiliki peran vital dalam menjaga stabilitas pasokan energi, terutama untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan pemulihan wilayah terdampak bencana.
“Distribusi BBM melalui kereta api menjadi motor penggerak pemulihan ekonomi, khususnya di wilayah Sumatera Utara dan Aceh yang terdampak banjir bandang. Moda ini memungkinkan pengiriman logistik dalam jumlah besar secara cepat dan andal,” jelasnya.
Selain BBM, KAI Divre I Sumut sepanjang 2025 juga mengangkut 238.518 ton peti kemas, 107.199 ton CPO, 2.974 ton lateks, 4.203 ton barang hantaran penumpang, serta 3.158 ton komoditas lainnya.
Adapun rute utama angkutan barang meliputi:
- BBM: relasi Labuan–Kisaran dan Labuan–Siantar
- CPO: relasi Rantau Prapat–Belawan serta pembongkaran menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei
- Peti kemas: relasi Belawan–Siantar dan Belawan–Kuala Tanjung
Rute-rute tersebut menjadi tulang punggung distribusi logistik industri dan ekspor di wilayah Sumatera Utara.
Anwar menegaskan, angkutan barang berbasis rel memiliki sejumlah keunggulan dibanding moda darat, seperti kapasitas besar, bebas kemacetan, waktu tempuh yang terprediksi, aman, bebas pungutan liar, serta dikelola oleh sumber daya manusia profesional.
“Efisiensi biaya dan kelancaran suplai melalui jalur kereta api menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing produk unggulan Sumatera Utara di pasar global. Dengan menjadikan KAI sebagai urat nadi distribusi, Indonesia tidak hanya mengirim komoditas, tetapi juga pesan stabilitas dan profesionalisme kepada dunia,” pungkasnya.
Ke depan, KAI Divre I Sumatera Utara berkomitmen untuk terus memperluas kolaborasi dengan pelaku usaha dan pemangku kepentingan guna membangun ekosistem logistik yang ramah lingkungan, aman, dan efisien, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Sumatera Utara.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2)