BBWS Sumatera II Dorong Penanganan Darurat dan Rehabilitasi Sungai di Kawasan Tapanuli
Balai Wilayah Sungai Sumatera II bersama kepala daerah Tapanuli dan Sibolga saat rapat koordinasi penanganan darurat dan rehabilitasi sungai.
GIMIC.ID, MEDAN — Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II menegaskan bahwa pelaksanaan penanganan darurat serta rehabilitasi dan rekonstruksi sungai di wilayah Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, dan Kota Sibolga membutuhkan dukungan penuh dari para kepala daerah, khususnya dari aspek sosial dan lingkungan.
Penegasan tersebut disampaikan dalam pertemuan koordinasi yang melibatkan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait, sebagai respons atas meningkatnya risiko bencana banjir akibat perubahan alur sungai serta tingginya debit air pada musim hujan.
Kepala BBWS Sumatera II, Feriyanto Pawenrusi, menjelaskan bahwa langkah penanganan darurat sungai akan difokuskan pada perbaikan alur sungai agar debit dominan tetap berada pada jalurnya dan tidak menimbulkan luapan air saat terjadi debit banjir tahunan.
“Penanganan darurat sungai akan dilakukan melalui perbaikan alur sungai dengan tujuan menjaga debit dominan tetap berada di badan sungai, sehingga dapat mencegah terjadinya luapan air saat banjir,” ujar Feriyanto dalam keterangannya.
Ia menambahkan, langkah darurat tersebut menjadi prioritas untuk meminimalkan dampak banjir yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, merusak permukiman, serta menghambat kegiatan ekonomi warga di daerah terdampak.
Selain penanganan darurat, BBWS Sumatera II juga akan melaksanakan program rehabilitasi dan rekonstruksi sungai dengan menyesuaikan kapasitas sungai berdasarkan desain teknis yang telah disusun. Program tersebut meliputi pelebaran sungai serta pembangunan infrastruktur pengendali daya rusak air sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing wilayah.
“Dukungan masyarakat melalui pemerintah daerah sangat penting, terutama dalam proses sosialisasi pelebaran sungai maupun pembangunan infrastruktur pengendali banjir. Aspek sosial serta kebutuhan lahan harus menjadi perhatian bersama agar program berjalan lancar,” lanjut Feriyanto.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Tapanuli Utara, Bupati Tapanuli Selatan, Bupati Tapanuli Tengah, serta Wali Kota Sibolga menyatakan dukungan penuh terhadap rencana penanganan darurat serta rehabilitasi dan rekonstruksi pengendalian daya rusak air di wilayah masing-masing.
“Kami mendukung penuh upaya ini karena menyangkut keselamatan masyarakat serta pemulihan aktivitas sosial dan perekonomian warga,” ujar salah satu kepala daerah yang hadir.
Pemerintah daerah bersama masyarakat berharap melalui pelaksanaan program ini, aktivitas warga dapat kembali pulih seperti sediakala, sekaligus mendorong kebangkitan ekonomi daerah pascabencana.
“Tujuan akhirnya adalah agar masyarakat dapat bangkit kembali dan pembangunan berjalan berkelanjutan menuju Indonesia yang lebih baik,” tutupnya.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2)

Komentar