1. Beranda
  2. Bisnis
  3. Ekonomi
  4. Infrastruktur
  5. Transportasi

Stasiun Araskabu Jadi Titik Transit Strategis ke Bandara Kualanamu, Perjalanan Lebih Singkat Tanpa Lewati Medan

Oleh ,

Suasana aktivitas penumpang di Stasiun Araskabu, Kabupaten Deli Serdang, sebagai titik integrasi kereta api menuju Bandara Kualanamu.

GIMIC.ID, MEDAN – Kabar menggembirakan bagi masyarakat Sumatera Utara yang hendak menuju Bandara Internasional Kualanamu menggunakan kereta api. Kini, perjalanan menuju bandara bisa ditempuh lebih cepat dan efisien tanpa harus melewati Kota Medan, dengan memanfaatkan Stasiun Araskabu di Kabupaten Deli Serdang sebagai titik transit strategis.

Stasiun Araskabu yang berada di ketinggian sekitar 7 meter di atas permukaan laut ini mulai menarik perhatian pelanggan kereta api, terutama selama masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Tercatat sebanyak 1.487 penumpang naik dan turun di stasiun tersebut selama periode Nataru, menandakan meningkatnya minat masyarakat terhadap pola perjalanan yang lebih praktis.

Stasiun ini berfungsi sebagai stasiun interchange atau titik integrasi antara Kereta Api (KA) Srilelawangsa menuju Bandara Kualanamu dengan berbagai layanan KA jarak jauh dan KA lokal, seperti KA Putri Deli, KA Sribilah Utama, dan KA Siantar Ekspres.

Pelaksana Tugas (Plt) Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menjelaskan bahwa efisiensi waktu menjadi keunggulan utama dari pemanfaatan Stasiun Araskabu.

“Para penumpang dari arah Tanjungbalai, Rantau Prapat, maupun Siantar yang ingin menuju Bandara Kualanamu tidak perlu lagi menempuh perjalanan ke Stasiun Medan,” ujar Anwar.

Menurutnya, masyarakat cukup turun di Stasiun Araskabu dan langsung berganti moda ke KA Srilelawangsa yang dioperasikan oleh KAI Bandara, bagian dari KAI Grup. Waktu tempuh dari Stasiun Araskabu ke Bandara Kualanamu pun relatif singkat, yakni kurang dari 10 menit.

Kemudahan ini menjangkau masyarakat dari berbagai wilayah di Sumatera Utara, mulai dari Tanjungbalai, Kisaran, Asahan, Batu Bara, Tebing Tinggi, hingga Labuhanbatu, yang menginginkan akses cepat, aman, dan nyaman menuju bandara.

Tak hanya menguntungkan bagi warga lokal, pola perjalanan terintegrasi ini juga memberikan kemudahan bagi wisatawan yang baru tiba di Sumatera Utara dan berencana melanjutkan perjalanan wisata, khususnya menuju kawasan Danau Toba.

“Wisatawan dari Bandara Kualanamu dapat naik KA Srilelawangsa, turun di Stasiun Araskabu, lalu melanjutkan perjalanan menggunakan KA Siantar Ekspres menuju Stasiun Siantar yang lokasinya cukup dekat dengan Danau Toba,” tambah Anwar.

Dari sisi layanan, keandalan jadwal menjadi daya tarik tersendiri. KA Srilelawangsa melayani perjalanan mulai pukul 05.56 WIB hingga keberangkatan terakhir pada pukul 19.59 WIB. Selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru, ketepatan waktu perjalanan kereta api bahkan tercatat mencapai 100 persen.

“Integrasi antar kereta ini menjadi solusi perjalanan yang tidak hanya ekonomis dan aman, tetapi juga sangat efisien bagi mobilitas masyarakat di Sumatera Utara. Kereta api menawarkan kenyamanan maksimal dengan jadwal perjalanan yang dapat diprediksi, sehingga pelanggan tidak perlu khawatir terjebak kemacetan,” pungkas Anwar.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2)

Baca Juga