KAMUUU Soroti Suksesi Golkar Sumut, Dorong Figur Muda Berkapasitas dan Berjaringan Nasional
Ketua KAMUUU Rahmat Situmorang (tengah) menilai Akbar Himawan Buchari (Ketua BPP HIPMI) dan Muhammad Rahmaddian Shah (Ketua MPC Pemuda Pancasila Medan) sebagai figur muda yang layak dipertimbangkan dalam suksesi kepemimpinan DPD Golkar Sumatera Utara.
GIMIC.ID, MEDAN — Ketua Koalisi Aksi Mahasiswa USU, UNIMED, dan UINSU (KAMUUU), Rahmat Situmorang, menegaskan bahwa proses pergantian kepemimpinan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sumatera Utara harus dilakukan secara serius, matang, dan penuh pertimbangan. Menurutnya, Golkar Sumut membutuhkan figur pemimpin yang tidak hanya kuat secara internal, tetapi juga relevan dan adaptif menghadapi tantangan politik ke depan.
Rahmat menyampaikan, kepemimpinan Musa Rajekshah (Bang Ijeck) selama ini telah mencatatkan prestasi politik yang signifikan. Di bawah kepemimpinannya, Partai Golkar berhasil tampil sebagai partai pemenang di Sumatera Utara, sehingga standar kepemimpinan Golkar Sumut saat ini berada pada level yang tinggi.
“Prestasi Bang Ijeck itu nyata. Golkar menang di Sumut dan itu tidak lepas dari kepemimpinan yang solid. Karena itu, penggantinya tidak boleh sembarangan. Harus figur yang punya kapasitas, integritas, dan rekam jejak yang jelas,” ujar Rahmat dalam keterangannya di Medan, Selasa.
Berdasarkan pertimbangan tersebut, Rahmat menilai Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Medan, Muhammad Rahmaddian Shah, serta Ketua Umum BPP HIPMI, Akbar Himawan Buchari, sebagai dua figur yang paling relevan untuk dipertimbangkan menggantikan Musa Rajekshah sebagai Ketua DPD Golkar Sumut.
Menurutnya, Golkar Sumut ke depan membutuhkan pemimpin dari kalangan muda yang memiliki relasi politik kuat hingga ke tingkat pusat, sekaligus memiliki basis dukungan pemuda yang aktif dan solid. Hal ini dinilai penting untuk menjaga kekuatan partai sekaligus memperluas dukungan di kalangan generasi muda.
“Golkar Sumut tidak bisa hanya dipimpin oleh figur yang kuat di daerah. Harus ada konektivitas dengan pusat serta basis pemuda yang hidup dan bergerak. Ketua Pemuda Pancasila Medan dan Ketua HIPMI Pusat memiliki jaringan nasional dan dukungan pemuda yang nyata,” tegas Rahmat.
Ia juga menilai pengalaman memimpin organisasi besar menjadi modal penting bagi keduanya dalam mengelola partai politik yang memiliki struktur kompleks dan dinamika tinggi.
“Memimpin Pemuda Pancasila dan HIPMI bukan pekerjaan ringan. Itu melatih kepemimpinan, konsolidasi organisasi, serta kemampuan mengambil keputusan strategis. Dua figur ini memiliki kapasitas tersebut,” tambahnya.
Rahmat berharap, proses suksesi kepemimpinan Golkar Sumut ke depan dapat melahirkan pemimpin yang tidak hanya mampu melanjutkan capaian yang telah diraih, tetapi juga meningkatkan posisi strategis partai di tingkat regional dan nasional.
“Golkar Sumut saat ini berada di posisi kuat. Untuk menjaga dan memperkuat itu, dibutuhkan pemimpin muda yang berpengalaman, visioner, dan memiliki jaringan luas,” pungkasnya.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2)