1. Beranda
  2. BUMN
  3. Ekonomi
  4. Transportasi

Okupansi Tembus 110 Persen, KA Putri Deli Jadi Primadona Masyarakat di Momentum Nataru 2025/2026

Oleh ,

Suasana penumpang KA Putri Deli di Stasiun Medan saat masa Angkutan Natal dan Tahun Baru 2025/2026 dengan okupansi menembus 110 persen.

GIMIC.ID, MEDAN — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara mencatat lonjakan okupansi penumpang yang signifikan pada layanan Kereta Api (KA) Putri Deli selama masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Tingkat keterisian bahkan menembus angka 110 persen pada jadwal-jadwal favorit, menjadikan KA Putri Deli sebagai salah satu moda transportasi paling diminati masyarakat di Sumatera Utara.

Lonjakan okupansi tersebut terjadi berkat pola pergerakan penumpang yang dinamis antarstasiun. Pada jadwal keberangkatan favorit, yakni pukul 14.00 WIB dari Stasiun Medan dan pukul 12.35 WIB dari Stasiun Tanjung Balai, KA Putri Deli mampu mengangkut hingga 700 penumpang dalam satu perjalanan, melebihi kapasitas tempat duduk yang tersedia sebanyak 636 kursi.

Plt. Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menyampaikan bahwa tingginya minat masyarakat mencerminkan tingkat kepercayaan publik yang semakin kuat terhadap layanan kereta api, khususnya pada periode libur panjang.

“Hingga saat ini, total penjualan tiket KA Putri Deli telah mencapai 58.970 tiket atau sekitar 86 persen dari total kapasitas 68.688 tempat duduk yang disediakan selama 18 hari masa angkutan Nataru. Puncak penjualan terjadi pada 24 Desember 2025 dengan jumlah penumpang mencapai 3.920 orang dalam satu hari,” ungkap Anwar.

Menurutnya, capaian ini juga menjadi bukti kehadiran negara dalam memastikan akses transportasi publik yang terjangkau dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat melalui skema Public Service Obligation (PSO). Dengan tarif hanya Rp27.000 per perjalanan, KA Putri Deli dinilai mampu menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat tanpa mengesampingkan aspek kenyamanan, keselamatan, dan ketepatan waktu.

“Subsidi PSO menjadi instrumen penting agar masyarakat tetap dapat bepergian dengan aman dan nyaman, terutama pada momen besar seperti Natal dan Tahun Baru,” jelasnya.

Lebih lanjut, Anwar menuturkan bahwa KA Putri Deli kini telah berkembang menjadi tulang punggung konektivitas regional di Sumatera Utara. Kereta ini menghubungkan enam wilayah administratif, mulai dari Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Batu Bara, hingga Kabupaten Asahan, yang berdampak langsung terhadap pergerakan ekonomi lokal.

“KA Putri Deli tidak hanya menghubungkan kota dan kabupaten, tetapi juga menjadi jembatan ekonomi yang menghidupkan UMKM di sekitar stasiun-stasiun pemberhentian,” tambahnya.

Dengan jarak tempuh sekitar 175 kilometer, layanan ini dinilai efektif dalam mempercepat mobilitas orang dan jasa, sekaligus mendorong integrasi wilayah dalam satu ekosistem transportasi yang berkelanjutan. Dampak ekonominya pun dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar stasiun, mulai dari sektor perdagangan hingga jasa pendukung transportasi.

KAI Divre I Sumatera Utara mengimbau masyarakat yang belum mendapatkan tiket agar segera merencanakan perjalanan, mengingat ketersediaan kursi yang semakin terbatas pada puncak arus liburan.

“Kami mengajak pelanggan untuk memanfaatkan aplikasi Access by KAI. Pembelian tiket menjadi lebih mudah, cepat, dan praktis tanpa harus antre atau datang langsung ke stasiun,” tutup Anwar.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2)

Baca Juga