1. Beranda
  2. Ekonomi
  3. Keuangan
  4. Pasar Modal

Pasar Modal Menguat, IHSG Cetak Rekor Sepanjang Masa pada November 2025

Oleh ,

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, memaparkan kinerja pasar modal Indonesia dalam Konferensi Pers RDKB OJK, Kamis (11/12/2025).

GIMIC.ID, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa kinerja pasar modal Indonesia pada November 2025 terus menunjukkan tren positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup pada level 8.508,71, mengukuhkan momentum kenaikan yang berlangsung sepanjang tahun.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, menyampaikan bahwa IHSG mencatat penguatan 4,22 persen month-to-month (mtm), sementara secara year-to-date (ytd) tumbuh 20,18 persen.

“Pada periode tersebut, IHSG kembali mencatatkan posisi all time high (ATH) pada level 8.602,13 pada 26 November 2025. Demikian juga dengan kapitalisasi pasar saham yang mencapai Rp15.711 triliun di tanggal yang sama,” ujar Inarno dalam Konferensi Pers RDKB OJK di Jakarta, Kamis (11/12).

Kinerja positif juga terlihat pada Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH). Pada November 2025, RNTH mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarah dengan nilai Rp23,14 triliun, atau secara ytd berada di angka Rp17,22 triliun. Angka ini melonjak signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp12,85 triliun.

Inarno menjelaskan bahwa kondisi ini turut didorong oleh aliran dana investor asing yang konsisten masuk ke pasar saham domestik.

“Sejalan dengan arah penguatan pasar pada November 2025, investor asing membukukan net buy sebesar Rp12,02 triliun mtm. Bahkan pada Oktober, net buy mencapai Rp12,96 triliun,” tambahnya.

Sementara itu, Indeks Pasar Obligasi Indonesia (ICBI) pada November 2025 tercatat mengalami penurunan tipis 0,43 persen mtm. Namun nilai Asset Under Management (AUM) justru meningkat menjadi Rp996,60 triliun, naik 3,11 persen mtm atau 19,02 persen secara ytd.

Selain indikator kinerja pasar, jumlah investor juga terus bertambah. Hingga akhir November 2025, jumlah investor pasar modal meningkat 4,80 juta secara ytd, sehingga total investor kini mencapai 19,67 juta atau tumbuh 32,29 persen.

Dari sisi penghimpunan dana, pasar modal mencatat capaian impresif. Total nilai penawaran umum hingga November 2025 mencapai Rp238,68 triliun, melampaui target tahun 2025. Tercatat 18 korporasi menjadi emiten baru dengan total fundraising Rp13,30 triliun.

Di sektor securities crowdfunding (SCF), sepanjang November terdapat 26 efek baru, 13 penerbit baru, dan total dana yang dihimpun sebesar Rp38,03 miliar.

OJK juga mencatat perkembangan positif pada bursa karbon yang diluncurkan pada 26 September 2023. Hingga November 2025, terdapat 145 pengguna jasa yang terdaftar, dengan volume transaksi mencapai 1.621.669 ton CO₂ equivalent. Total nilai transaksi tercatat sebesar Rp79,52 miliar.

Dengan berbagai capaian tersebut, OJK menilai bahwa pasar modal Indonesia memasuki fase penguatan yang sehat, didukung oleh meningkatnya partisipasi investor, aliran dana asing, serta bertumbuhnya instrumen dan aktivitas pasar keuangan nasional.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id

(G-H2) 

Berikut kategori, tag, dan meta deskripsi 140 karakter untuk berita tersebut:

Kategori

Tag

Meta Deskripsi (140 karakter)

Kinerja pasar modal November 2025 menguat, IHSG cetak rekor tertinggi, investor bertambah, dan penawaran umum melampaui target tahun 2025.

Baca Juga