Banjir dan Longsor Lumpuhkan Sumut, DEW RN Sumut: Pertamina Harus Bertanggung Jawab atas Kelangkaan BBM
GIMIC.ID, MEDAN – Dewan Eksekutif Wilayah Rampai Nusantara Sumatera Utara (DEW RN Sumut) menyampaikan keprihatinan mendalam atas dua krisis besar yang kini melanda provinsi tersebut: bencana banjir dan tanah longsor di berbagai daerah, serta kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang semakin memperburuk keadaan.
Ketua DEW RN Sumut, Ridwan Ali Ibrahim, M.H., menyebut bencana hidrometeorologi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir berdampak luas hampir di seluruh kabupaten/kota di Sumut. Sejumlah wilayah seperti Tapanuli Selatan (Tapsel), Mandailing Natal (Madina), Tapanuli Tengah (Tapteng), Tapanuli Utara (Taput), Sibolga, dan Langkat tercatat sebagai daerah terdampak paling parah. Banjir bandang dan tanah longsor di wilayah tersebut menelan puluhan korban jiwa, memicu puluhan laporan orang hilang, serta memaksa ribuan warga mengungsi akibat rumah yang hancur atau rusak berat.
Kota Medan, Deli Serdang, dan Tebing Tinggi juga mengalami banjir meluas yang membuat banyak rumah tidak dapat dihuni, menambah daftar panjang wilayah yang terdampak.
Di tengah situasi darurat tersebut, DEW RN Sumut menyoroti persoalan kelangkaan BBM yang kini terjadi di sejumlah SPBU di Medan dan sekitarnya. Kondisi ini dinilai menghambat proses evakuasi, distribusi logistik, hingga mobilisasi tim penyelamat yang harus bergerak cepat ke lokasi-lokasi terdampak.
"Oleh karena itu, melalui pernyataan pers ini kami meminta agar pihak Pertamina harus bertanggung jawab penuh dalam menyelesaikan masalah kelangkaan BBM di Medan dan sekitarnya," tegas Ridwan Ali Ibrahim.
DEW RN Sumut mendesak Pertamina untuk segera mengambil langkah cepat, konkret, dan transparan tanpa memberikan alasan yang dinilai tidak rasional di tengah situasi krisis.
"Ketersediaan BBM adalah kunci vital untuk kelancaran proses pemulihan dan penanganan korban bencana," tambahnya.
Ridwan menutup pernyataan dengan harapan agar pasokan BBM dapat segera dinormalisasi demi memastikan proses bantuan kemanusiaan, evakuasi warga terdampak, serta pemulihan wilayah dapat berjalan tanpa hambatan.
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id
(G-H2)