1. Beranda
  2. Bencana Alam
  3. Bisnis
  4. Ekonomi
  5. Energi
  6. Infrastruktur

Pertamina Percepat Pemulihan Distribusi Energi di Sumut Pasca Bencana, 23 SPBU Terdampak

Oleh ,

Suasana salah satu SPBU Pertamina di Sumatera Utara tampak lengang saat hujan masih mengguyur kawasan, seiring gangguan distribusi akibat cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi. Pertamina memastikan proses pemulihan penyaluran BBM terus berjalan bertahap.

GIMIC.ID, MEDAN — Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) terus memperkuat langkah penanganan darurat guna memastikan kelancaran distribusi energi di Sumatera Utara yang hingga kini masih dilanda bencana hidrometeorologi berupa hujan ekstrem, angin kencang, serta tanah longsor di sejumlah wilayah.

Kondisi cuaca buruk tersebut menyebabkan beberapa jalur transportasi sempat terputus dan berdampak langsung pada operasional lembaga penyalur, baik SPBU maupun SPPBE. Berdasarkan laporan operasional hingga 27 November 2025 pukul 21.00 WIB, tercatat sebanyak 23 dari total 406 SPBU di Sumatera Utara terdampak bencana.

Stok BBM di lembaga penyalur saat ini tercatat sebesar 4.489 KL Gasoline dan 1.910 KL Gasoil. Sementara itu, pada sektor LPG, sebanyak 15 agen dan 5 SPPBE turut terdampak, terutama akibat rusaknya akses logistik di beberapa titik krusial, termasuk jalur Pangkalan Susu – Brandan.

Seiring membaiknya kondisi cuaca, proses pemulihan mulai menunjukkan perkembangan positif. Gelombang laut yang sebelumnya tinggi kini telah mereda, memungkinkan kapal pengangkut BBM kembali bersandar di Fuel Terminal Medan Group. Sejak hari ini, proses recovery dan normalisasi penyaluran BBM ke SPBU-SPBU terdampak pun dilakukan secara bertahap.

Untuk distribusi LPG, kendala utama masih berada pada akses darat menuju wilayah Pangkalan Susu yang mengalami kerusakan cukup parah. Sebagai bentuk mitigasi, Pertamina melakukan Reguler Alternatif Supply (RAE) dari IT Dumai guna menopang suplai LPG ke sejumlah SPPBE yang masih terkendala akses. Hingga saat ini, beberapa SPPBE masih mampu menyalurkan LPG ke agen sehingga kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menegaskan bahwa seluruh jajaran Pertamina terus bekerja maksimal di tengah situasi darurat untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terjaga.

“Pertamina Patra Niaga Sumbagut menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas bencana yang masih berlangsung di Sumatera Utara. Dengan membaiknya kondisi cuaca, proses pemulihan mulai berjalan dan kami fokus mempercepat normalisasi penyaluran. Tim kami menyesuaikan pola suplai, melakukan alih suplai antar terminal, serta mengoptimalkan armada agar distribusi energi tetap lancar,” ujar Fahrougi.

Ia menambahkan, percepatan dilakukan melalui penambahan mobil tangki dari Dumai, pemanfaatan skid tank, penggunaan AE Suplai, serta penugasan Awak Mobil Tangki dari luar region guna mempercepat proses recovery. Selain itu, Pertamina juga menyiapkan perangkat pendukung seperti Starlink dan genset di titik-titik operasional tertentu untuk menjaga kelancaran koordinasi dan komunikasi lapangan.

“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, aparat keamanan, serta mitra transportir untuk membuka akses yang terhambat dan memastikan jalur distribusi yang masih dapat dilalui tetap aman. Situasi masih sangat dinamis dan seluruh langkah mitigasi kami sesuaikan dengan kondisi terkini,” tambahnya.

Pertamina Patra Niaga Sumbagut mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Masyarakat diminta membeli BBM dan LPG sesuai kebutuhan karena suplai energi saat ini terus dalam proses percepatan pemulihan dan dipastikan tetap tersedia.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id

(G-H2)

Baca Juga