1. Beranda
  2. Ekonomi
  3. Keuangan
  4. Nasional

Pemerintah dan OJK Dorong Pekerja Migran Indonesia Berinvestasi, Tak Hanya Konsumtif

Oleh ,

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin bersama jajaran OJK dan perwakilan lembaga keuangan memberikan keterangan pers usai kegiatan Edukasi Keuangan Pekerja Migran Indonesia di Puri Ardya Garini, Jakarta, Senin (10/11/2025).

GIMIC.ID, JAKARTA — Pemerintah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong Pekerja Migran Indonesia (PMI) agar mulai berinvestasi dan mengelola keuangan secara produktif. Langkah ini diambil karena sebagian besar penghasilan PMI masih dihabiskan untuk kebutuhan konsumtif.

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, menyebutkan bahwa berdasarkan hasil evaluasi, sekitar 70 persen pendapatan PMI digunakan untuk konsumsi sehari-hari tanpa perencanaan keuangan jangka panjang.

“Gaji mereka itu 70 persen masih digunakan untuk konsumtif. Jadi bagaimana mereka agar tidak konsumtif, tidak untuk gaya hidup saja, tapi betul-betul nanti disisihkan untuk hal-hal yang produktif,” ujar Mukhtarudin dalam kegiatan Edukasi Keuangan PMI, Senin (10/11/2025).

Menurutnya, pemerintah berkomitmen meningkatkan literasi keuangan bagi para PMI dengan memperkenalkan berbagai instrumen investasi yang aman dan mudah diakses.

“Maka tadi ada investasi ditawarkan. Bisa beli emas di Pegadaian, bisa juga di Bursa Efek Indonesia (BEI) kalau mau main di investasi dan lain-lain,” tambahnya.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, menjelaskan bahwa OJK secara aktif memberikan edukasi kepada PMI mengenai beragam instrumen keuangan yang legal dan menguntungkan.

“Misalnya nanti kalau sudah selesai kerja mau ngapain? Kan nggak mungkin selamanya di luar negeri. Pasti ingin kembali ke Indonesia, nah itu bisa dijadikan modal usaha. Keluarga di Tanah Air juga bisa mengakses kredit modal kerja,” kata Friderica, yang akrab disapa Kiki.

Kiki juga mengingatkan para PMI untuk waspada terhadap penawaran investasi bodong yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat.

“Kita tahun ini sudah menutup 300 penawaran investasi ilegal dan 1.500 pinjaman online (pinjol) ilegal. Jadi penting untuk memastikan dulu, investasi itu legal atau tidak sebelum ikut,” tegasnya.

Sebagai bagian dari upaya perlindungan dan pemberdayaan, pemerintah bersama OJK meluncurkan buku saku literasi keuangan khusus bagi Pekerja Migran Indonesia dan keluarganya.

Buku saku tersebut berisi panduan praktis mengelola keuangan, memilih produk keuangan legal, serta cara menghindari penipuan digital. Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan PMI sekaligus mendorong budaya menabung dan berinvestasi di kalangan pekerja migran.

“Kami ingin PMI tidak hanya menjadi pahlawan devisa, tapi juga pahlawan ekonomi keluarga. Mereka harus punya bekal keuangan yang kuat ketika kembali ke Indonesia,” tutup Mukhtarudin.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gimic.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUj0IA0LKZLdsktWS3G. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.Gimic.id

(G-H2)

Baca Juga